3 Bahan aktif. Perbedaan moisturizer dan day cream juga terletak pada kandunga antioksidan.. Mengutip studi terbitan Anais Brasileiros de Dermatologia (2017), kandungan antioksidan yang biasanya ada pada day cream adalah vitamin C. . Kandungan vitamin C untuk kulit berguna untuk memberikan perlindungan dari paparan radikal bebas saat beraktivitas di Akubeli kedua pelembab Wardah ini dengan harga Rp 17.000 per variannya. Kalian juga bisa cari di konter-konternya Wardah kok. Kinerja: Wardah Nature Daily Aloe Hydramild Moisturizer Cream adalah pelembab Wardah untuk kulit kering. Sementara Wardah Nature Daily Witch Hazel Purifying Moisturizer Gel merupakan pelembab Wardah untuk kulit berminyak. Hargaprimer berbeda-beda sesuai brand. Mulai dari sekitar Rp.50.000an hingga Rp.100.000an. Pelembab atau Moisturizer dengan humektan bertugas dengan sistem menarik air ke sel- sel kulit supaya kulit senantiasa terhidrasi. Beberapa jenis humektan adalah seperti glycerin, AHA( Alpha Hydroxy Acid), hyaluronic acids, urea, serta sorbitol. Denganmenjaga kelembapan maka kulit akan selalu sehat dan bersinar. Begitu banyak pelembap yang tersedia di pasaran, terkadang membuat bingung memilih mana yang terbaik untuk jenis kulitmu. Worry no more, ladies! Kali ini, Olay akan membahas moisturizer terbaik untuk setiap jenis kulit. Yuk, simak review pelembab wajah sampai habis. Moisturizer(Pelembab) step ketiga memakai moisturizer. Setelah memakai cleanser dan toner, step selanjutnya dalam basic skincare adalah dengan memakai moisturizer atau pelembab wajah. Pelembab wajah juga memiliki banyak kandungan dan tentunya setiap produk berbeda-beda. Fungsi dari pemakaian pelembab wajah atau moisturizer adalah Ini3 Produk yang Wajib Dibawa. Ada tiga tipe pelembap yang perlu kamu ketahui yaitu humektan, emolien, dan oklusif. #1. Perbedaan Tipe Pelembap: Humektan. Humektan adalah tipe kandungan pelembap yang bekerja dengan menarik kelembapan dari luar ke dalam kulit. Tipe pelembap ini bekerja dengan menarik kelembapan yang ada di udara ke dalam PerbandinganWardah Perfect Bright Moisturizer Series Spf 28 Dan Normal Skin from cream dan pelembab dasar memiliki banyak persamaan. Kandungannya pun berbeda dari produk hydrating. Sudah kah anda menggunakan moisturizer? health pemilihan pelembab yang tepat, bedanya moisturizer vs hydrating. Ini dia beda fungsi ApaBedanya “Moisturizing” dan “Hydrating”? angelinawu / 7. Sudah tahu belum, kalau moisturizing dan hydrating mempunyai arti yang berbeda? Di artikel ini, saya akan membahas tuntas tentang perbedaan kedua istilah ini, dan bagaimana cara memilih produk yang tepat untuk jenis kulitmu. Saat membeli produk skincare, pasti sering mendengar ZKd4. Home Beauty Skincare Tria Oktyana Beautynesia Sabtu, 14 Sep 2019 0900 WIB Banyak yang masih bingung antara moisturizer dan hydrating. Sama-sama dapat melembapkan kulit, apa sih perbedaan dari kedua skincare ini?Beautynesian, pastinya kamu udah enggak asing saat mendengarkan kata pelembap wajah. Tapi masih banyak juga orang yang menyimpulkan bahwa pelembab wajah sama dengan moisturizer. Tidak salah memang tapi pelembap wajah itu sendiri punya defisini yang lebih general. Jadi saat kita menyebutkan pelembap wajah itu tidak hanya merujuk pada moisturizer tetapi juga bisa berarti hydrating. Jadi Siapakah Pelembap Wajah?Moisturizer dan hydrating sama-sama memiliki manfaat membuat kulit lembap, tetapi keduannya memiliki cara yang berbeda. Moisturizer adalah pelembap kulit yang membuat kulit lembap dengan cara mengunci cairan dalam tubuh. Jadi moisturizer tidak memberikan kelembapan tambahan, tetapi hanya menjaga kelembapan alami kulit kita. Foto Hal ini berbeda dengan hydrating yang melembabkan kulit dengan cara memberikan kelembapan tambahan dari kandungannya. Gimana udah ada gambaran tentang apa itu moisturizer dan hydrating? Kandungan Moisturizer dan HydratingPerbedaan lain dari moisturizer dan hydrating juga ada pada kandungannya. Jika caranya berbeda pasti juga kandungannya berbeda. Kandungan yang biasanya ada dalam moisturizer adalah petroleum jelly, mineral oil, beeswax, olive oil, silicones, lanolin, dan zinx oxide. Kandungan dalam moisturizer ini akan memblok kelembapan alami dalam kulit kita agar kulit kita tetap lembap dan tidak kering. Tapi tidak semua moisturizer menggunakan semua kandungan ini, karena ada beberapa kandungan yang tidak baik untuk kesehatan kulit seperti mineral oil. Foto Untuk hydrating yang dapat memberikan kelembapan dari luar biasannya mengandung glycerin, hyularonic acid, tremella mushroom, sugars, honey, collagen, amino acid, AHA's, Urea, dan PCA. Kandungan dalam hydrating ini akan memberikan kelembapan tambahan pada kulit sehingga kulit keringpun akan berubah menjadi Mana yang Kita Butuhkan?Pertanyaan yang paling penting saat kita memilih kedua pelembap ini adalah kebutuhan. Mana yang paling tepat untuk kita gunakan. Apabila kita membutuhkan moisturizer adalah saat kita merasa kulit membutuhkan penjagaan untuk tetap lembap. Moisturizer ini hanya menjadi pencegah ataupun merawat kulit agar tetap lembap, jadi kurang cocok untuk yang memiliki permasalahan kulit kering. Untuk itu menggunakan moisturizer menjadi skincare routine yang selalu kita lakukan setiap hari. Foto Berbeda dengan hydrating, pelembap ini memberikan efek tambahan kelembapan sehingga kita membutuhkannya saat kulit kita sangat kering ataupun berminyak. Hydrating tidak hanya dapat memberikan kelembapan tambahan saat kulit kering tapi juga dapat memberikan tambahan air pada kulit agar produksi minyak dapat berkurang. Jadi saat memilih moisturizer yang bagus ataupun hydrating kita dapat memilih berdasarkan manfaat yang kita perlukan. Apabila kulit kamu masih kenyal dan lembut, cukup menggunakan moisturizer yang tepat. Berbeda saat kamu memutuhkan pelembab wajah saat kulit kamu kering, pecah-pecah ataupun mengelupas. Jangan sampai salah pilih, untuk mendapatkan manfaat yang tepat. kik/kik Komentar Belum ada yang pertama memberikan komentar. RELATED ARTICLE Basic skincare seperti mencuci wajah, menggunakan toner, lalu mengaplikasikan pelembab pada wajah adalah rutinitas skincare yang wajib dilakukan demi kulit yang terbebas dari masalah. Memilih pelembab atau moisturizer yang tepat untuk jenis kulitmu sangat penting agar kondisi kulit tidak jadi semakin tahukah kamu bahwa pelembab dan moisturizer bukanlah skincare yang sama? Meski sama-sama punya fungsi utama melembabkan, tetapi perbedaannya ada pada cara kerja dan waktu pemakaiannya. Nah, berikut ini Jovee akan menjelaskan mengenai perbedaan moisturizer, manfaat, hingga rekomendasi moisturizer yang tepat untuk jenis kulitmu. Yuk, simak sampai akhir! Apa perbedaan moisturizer dan pelembab wajah? Banyak sekali pelembab maupun moisturizer yang beredar di pasaran saat ini, yang dijual dalam berbagai bentuk dan fungsi. Mulai dari moisturizing gel, moisturizing cream, hingga penggunaan krim siang dan malam yang berbeda. Apa fungsi moisturizer? Moisturizer berfungsi untuk memberikan hidrasi sekaligus mengunci kelembapan pada kulitmu, sementara pelembab hanya mempertahankan kelembapan kulit yang sudah ada. Melansir dari Loreal Paris, moisturizer umumnya bekerja dengan menahan kandungan air di dalam lapisan kulit. Di sisi lain, pelembab bekerja dengan membentuk lapisan di permukaan kulit yang berfungsi sebagai pelindung sekaligus mencegah air di dalam sel wajah menguap. Lapisan inilah yang mengisi celah kekeringan pada kulit, sehingga kulit jadi terasa lebih halus dan lembut. Perbedaan lainnya adalah pada manfaat dari masing-masing kandungan di dalamnya. Pelembab biasanya mengandung sejumlah bahan tertentu yang bisa membantu mengatasi masalah kulit seperti mengurangi hiperpigmentasi, menyamarkan kerutan, merawat jerawat, dsb. Sedangkan, moisturizer hanya fokus pada melembabkan wajah saja. Inilah yang menyebabkan waktu pemakaian pelembab dan moisturizer berbeda. Pelembab digunakan pada pagi dan malam hari, sebagai tahap akhir dari rangkaian skincare untuk mengunci’ skincare agar meresap ke dalam kulit. Sementara itu, moisturizer bisa digunakan kapan saja. Oleh sebab itulah moisturizer sangat cocok digunakan bagi pemilik kulit kering. Dari segi kandungan, moisturizer umumnya mengandung bahan-bahan humektan yang dapat mengikat molekul air dalam kulit seperti hyaluronic acid dan glycerin. Pada pelembab, bahan-bahan yang terkandung biasanya juga termasuk bahan-bahan kandungan yang membantu mengatasi masalah kulit wajah, seperti vitamin C untuk meratakan warna kulit, atau retinol untuk mengatasi penuaan dini. Kandungan-kandungan inilah yang perlu kamu perhatikan sebelum memilih pelembab dan moisturizer yang tepat untuk jenis kulitmu. Moisturizer yang punya tekstur terlalu kental tidak begitu cocok untuk kulit berminyak, karena bisa menyumbat pori-pori. Manfaat moisturizer bagi kulit Menggunakan moisturizer dengan rutin tentunya punya banyak manfaat, di antaranya adalah sebagai berikut. 1. Mengatasi kulit kering Kulit kering yang sudah parah bisa membuat kulit wajah terasa perih, kesat, hingga mengelupas. Kondisi ini terjadi ketika kulit wajah kekurangan kadar air yang mengikat sel-sel kulit, sehingga elastisitasnya menjadi berkurang. Kulit kering juga bisa jadi lebih rentan iritasi dan terserang bakteri, karena adanya celah di antara sel-sel kulit yang terbuka. Oleh sebab itu, menggunakan moisturizer bagi pemilik kulit kering sangatlah penting. Namun, tak hanya pemilik kulit kering, sebenarnya kulit berminyak juga membutuhkan moisturizer lho, Jovians. Kulit kering memicu kelenjar kulit wajah untuk memproduksi minyak lebih banyak, sebagai tindakan perlindungan kulit terhadap gesekan benda asing karena pelindung kulit yang hilang. Jika kamu punya kulit kering, kamu bisa coba moisturizer La Roche Posay Cicaplast Baume B5 Soothing Balm yang cocok untuk pemilik kulit kering dan iritasi. Moisturizer dari La Roche Posay ini bisa digunakan oleh semua usia, termasuk anak bayi untuk memberikan kelembapan dan perlindungan ekstra pada kulit. Kamu bisa dapatkan moisturizer ini lebih murah dan gratis ongkir di Jovee. 2. Mencegah penuaan dini pada kulit Kulit yang kering membuat kulit dapat terlihat lebih tua lho, Jovians. Kulit kering juga bisa terjadi dalam waktu tertentu, seperti cuaca yang dingin atau efek fluktuasi hormon pada wanita. Hanya saja, jika kulit kering tidak diatasi dengan segera, hal ini bisa memicu munculnya tanda-tanda penuaan dini seperti garis halus dan kerutan di wajah. Garis halus dan kerutan muncul karena kurangnya elastisitas pada sel-sel wajah, yang umumnya disebabkan oleh faktor usia. Sayangnya, hal yang sama juga bisa terjadi pada kulit kering, karena elastisitas kulit dapat terjaga berkat hidrasi kulit yang baik. Inilah fungsi moisturizer selanjutnya, yakni mencegah penuaan dini pada kulitmu. Dengan menggunakan moisturizer secara rutin, kelembapan kulit dapat terus terjaga sehingga dapat memperlambat munculnya tanda-tanda penuaan. Kamu juga bisa menggunakan alat kecantikan seperti gua sha atau face roller setelah mengaplikasikan moisturizer agar kandungannya dapat meresap lebih dalam sekaligus melancarkan sirkulasi darah, yang merangsang pembentukan sel kulit baru sehingga wajahmu terlihat awet muda. 3. Tampilan wajah yang lebih sehat Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen kulit juga ikut menurun. Hasilnya, kulit akan menjadi lebih kendur, berkerut, hingga pucat. Selain itu, faktor lainnya seperti genetik, dehidrasi, stres, dan kondisi tertentu juga dapat menimbulkan masalah kulit serupa. Menggunakan moisturizer setiap hari memang tidak menjadi solusi untuk semua masalah kulit, tetapi moisturizer dapat meredakan banyak gejala dan memperbaiki tampilan kulit secara keseluruhan. Kulit yang kering akan terlihat kusam dan bersisik, sehingga mengaplikasikan moisturizer setiap hari bisa membuat kulit wajahmu terlihat lebih sehat dan kenyal. Ditambah lagi, hidrasi kulit yang baik dapat memberikan efek cerah’ pada kulit wajahmu. Nah, itulah sejumlah manfaat dan fungsi moisturizer untuk kulitmu. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan kecantikan lainnya hanya di Jovee. Unduh juga aplikasinya di PlayStore dan AppStore untuk dapatkan notifikasi promo menarik setiap bulannya. Sudah tahu belum, kalau moisturizing dan hydrating mempunyai arti yang berbeda? Di artikel ini, saya akan membahas tuntas tentang perbedaan kedua istilah ini, dan bagaimana cara memilih produk yang tepat untuk jenis kulitmu. Saat membeli produk skincare, pasti sering mendengar istilah moisturizing dan hydrating. Banyak yang masih bingung dan menganggap kalau kedua kata ini mempunyai arti yang sama. Saya sendiri juga selalu berpikir begitu. Karena dikaruniai kulit yang kering dan sering dehidrasi, prioritas utama saya saat mencari pelembap adalah moisturizer yang ada kata “rich” nya kalau bisa, “super rich” atau “ultra rich” moisturizers. Tapi, walaupun memakai moisturizer kelas berat begini, kok… Rasanya kurang ngefek di kulit saya ya? Setelah berkali-kali disappointed sama moisturizer yang dipakai, akhirnya saya baru ngeh, ternyata bukan salah produknya, tapi pemilihan produk yang salah. “Pelembap” adalah umbrella term yang sering digunakan untuk merangkum semua produk yang bersifat “hydrating” atau “moisturizing”. Sebenarnya nggak salah sih, soalnya fungsi keduanya memang untuk melembabkan kulit. Tapi, cara kerjanya sangat berbeda lho. Hydrating products adalah pelembab berjenis humectant yang dapat menyerap air ke kulit. Karena itu, fungsi utama produk hydrating adalah meningkatkan water content atau kandungan air di kulit. Makanya produk-produk ini biasanya kebanyakan water-based, atau mempunyai tekstur yang lebih cair. Untuk mengenali produk-produk yang jatuh pada kategori ini, cari saja kandungan seperti aloe vera, propylene glycol, glycerin, hyaluronic acid atau pantenol. Kalau untuk produk yang “moisturizing”, what it generally means is sealing atau “mengunci” permukaan kulit untuk mencegah kehilangan kelembapan kulit. Ini bisa dilakukan karena kandungan minyak, dimethicone atau petrolatum di dalam moisturizers yang dapat menghambat terjadinya penguapan air pada permukaan kulit. In other words, moisturizers berfungsi untuk mencegah moisture loss, bukan menambah moisture di kulit. Jadi, pantes saja moisturizer yang saya pakai selalu tidak ngefek, karena pada dasarnya kulit saya yang kurang hidrasi ini sudah tidak mempunyai cukup air sebelum “dikunci”. Foto Gothamista Youtube Jadi, produk mana yang harus digunakan? Tentunya kembali lagi ke kondisi dan kebutuhan kulit masing-masing. Kalau kamu mempunyai kulit yang kering dan dehidrasi seperti saya, both hydrating and moisturizing products are very, very important. Gunakanlah produk hydrating seperti hydrating toner atau hydrating essence terlebih dahulu untuk menambah kadar air di kulit. Lalu, baru gunakan moisturizer untuk “mengunci” kelembapan kulit. Lihat juga Recommended Hydrating Toners Untuk yang mempunyai kulit berminyak, pelembap masih nggak kalah penting lho. Tapi, produk hydrating seperti hydrating face mist saja sebenarnya sudah cukup kok. Kulit yang berminyak secara alami menghasilkan cukup dalam beberapa kasus, lebih dari cukup minyak agar air tidak meninggalkan kulit dan menyebabkan dehidrasi. Tapi, untuk berjaga-jaga, berilah extra protection pada kulit dengan moisturizer yang lebih ringan atau oil-free. Baca juga Alasan Pelembap untuk Kulit Berjerawat Wajib Dilakukan So now you must be wondering, haruskah membeli dua produk yang berbeda? Jawabannya adalah Not really. Pelembap jaman sekarang kebanyakan sudah menjanjikan both hydration and moisturization, seperti Sukin Facial Moisturizer, Neutrogena Hydro Boost Water Gel dan favorit para FD-ers, Hada Labo Gokujyun Ultimate Moisturizing Lotion. Tapi, untuk kulit yang super kering dan dehidrasi, menggunakan dua produk yang berbeda bisa bekerja dengan lebih cepat dan efektif. Dari pengalaman sendiri, humectant yang ada di dalam produk moisturizer 2-in-1 biasanya tidak cukup untuk memfasilitasi hidrasi. Nah, sekarang sudah tahu kan bedanya kedua istilah ini? Lain kali, saat membeli skincare products, jangan lupa untuk dicek dulu ya kalau produk itu hydrating atau moisturizing, or maybe a little bit of both. Happy shopping!