Agung Sedayu adalah salah satu tokoh utama dalam kisah Api di Bukit Menoreh karya S. H. Mintardja. Penulis memasuki "arena" ini atas undangan Nein Arimasen di Milis KPH. Karena ulasan atas KPH dan para Sepuh pencipta cerita silat lainnya sudah bejibun, saya memilih meresensi dan membuatkan Bagus Sadewa adalah tokoh utama dalam cerita silat Prahara di Tanah Leluhur adalah anak dari Ki Agung Sedayu dengan Nyi Sekar Mirah yang masih remaja. Karena kesibukan kedua orang tuanya dia dititipkan di Padepokan Orang Bercambuk di Jati Anom. Bayu Swandana Bayu Swandana adalah anak dari Alm. "Kitab guru yang sedang kau pelajari," jawab Agung Sedayu. Ia memandang tajam kedua mata Swandaru. "Dan mengapa mereka membumihanguskan Tanah Perdikan?" gumamnya dalam hati meski kemudian ia telah menjawabnya sendiri. "Mereka tentu mengira bahwa kitab itu ada padamu, Kakang." Swandaru mematung dengan tatap mata membeku. Meski di awal cerita, tokoh-tokoh padepokan masih amat jarang, tetapi pada bagian tengah, di atas jilid 100, mulai bermunculan dan bahkan terus hingga ke bagian-bagian akhir jilid 390-an. Kentalnya nuansa sejarah terutama nampak dalam episode 1 dan 2, yang berpusat dalam diri Agung Sedayu dan Swandaru. Lelaki itulah yang berbuat curang dalam perang tanding, Nyi Sanak!" bentak lelaki itu sambil menuding ke arah Agung Sedayu. Wajah Agung Sedayu berkerut. Ia berkata, "Mengubah diri adalah kewajaran dalam satu perang tanding, Ki Sanak. Karena wujud itu pun dapat menghilang.". K6BjR.