Kisahini diceritakan oleh seorang ustad muda berasal dari kota yogyakarta. Merupakan kisah nyata yang diceritakan oleh jamaah ustad tersebut. Konon sebagian jamaah yang mayoritas akhwat dan ummahat menangis ketika akhwat tersebut bertanya dan bertanya kepada si ustad muda apa yang harus dia lakukan. Kurang lebih cerita tersebut seperti ini.
Akumasih menanti dengan senyuman terindah.. Melihat dari kejauhan, berharap ada sosok dirimu yang perlahan berlari menuju ke arahku. Sambil menatap haru, membalas senyumanku Entah sampai kapan penantian ini usai, Yang jelas, aku masih percaya bahwa ada dirimu disana yang tengah berjuang untuk menghalalkanku.. Tak perlu khawatir, duhai dirimu.
suami Wahai akhwat tenang sajalah, jika sudah saatnya menikah maka jodoh akan datang dengan sendirinya, "Pria yang baik akan mendapatkan wanita yang baik, dan Pria yang Keji akan mendapatkan Wanita yang Keji" Oh ya satu lagi, yang sering terlupakan oleh ikhwan maupun akhwat yakni Tata Krama yang berlaku umum untuk lelaki dan perempuan
Tag buat yang ngerasa telat nikah doa agar cepat menikah doa telat menikah kisah akhwat menanti jodoh nasehat bagi wanita yang terlambat menikah nasehat untuk orang yang belum menikah pasrah jodoh kepada allah sabar belum menikah sabar menanti jodoh datang sabar telat menikah sabar untuk menikah usia telat menikah ya allah aku lelah mencari jodoh
Persoalanseorang akhwat yang memiliki rasa kepada ikhwan yang dianggapnya sekufu dan sehati, ternyata belum tentu demikian menurut Allah. Namun, karena Allah sayang pada hambaNya, maka akhwat tersebut mendapatkan yang lebih baik menurut kehendakNya. *** Adalah akhwat aktivis, sebut saja namanya Sarah. Jelita luar dalam, impian setiap ikhwan.
Katabijak menanti jodoh. Demikian keenam pelajaran yang bisa diambil dari kisah di atas yang mengajarkan kita untuk senantiasa sabar menanti jodoh. Menanti jodoh itu memang. Jodoh tak kan kemana makan jalan paksa jika dia bukan jodoh mu. Puisi di sajadah suci menanti jodoh halal kata bijak sepertiga malam malamku sajak kata mutiara renungan
IdzaShodaqol 'Azmu Wadhoha-Sabiil Jika Ada Kemauan Pasti Ada Jalan
Penantianadalah sebuah pekerjaan yang bisa mengasah kesabaran dan tawaqal seseorang, menanti jodoh juga seperti itu. Mungkin beberapa saran dibawah ini bisa dilakukan selama dalam penantian pertemuan dengan jodoh kita. Bahkan pernah saya membaca kisah seorang akhwat yang di usia matangnya dia belum menikah, akhirnya dia mengangkat
DFFPjP. Kapan waktuku tiba? โAssalamualaikum, Undangan Pernikahan, Ahadโฆ..2007, pukulโฆ., jazakumullah, Fulanah & Fulan.โ Begitu kira-kira isi sms yang ana saya terima baru-baru ini dari seorang akhwat teman ana, yang tinggal di seberang lautan sana. Rasa gembira muncul saat menerima berita gembira itu. Tapi dalam hati jujur saja, ada juga keinginan untuk merasakan berbagai โrasaโ menjelang detik-detik pernikahan itu. Meski sudah ingin tapi ana masih bingung, karena kadang merasa belum siap, dan masih terbebani untuk menyelesaikan skripsi. Di saat banyak akhwat lain yang telah mendekati usia tidak muda lagi namun masih dalam kesendirian, ana malah berbingung ria memikirkan โproposalโ yang ditawarkan oleh para ummahatibu-ibu yang berprofesi sebagai comblang di kota ana. Beberapa waktu yang lalu teman dekat ana bercerita dengan wajah sumringah, bahwa ia baru saja ditawari ikhwan oleh salah satu ummahat. Kebetulan orang tua ikhwan itu ingin dapat menantu yang satu suku dengan mereka. Karena itulah teman ana yang satu suku dengan ikhwan ini yang ditawari proposal ini oleh seorang ummahat. Waktu mendengar penuturan teman ana cuma bisa tersenyum hambar. Bukan karena ana cemburu kenapa hanya dia yang ditawari, tapi lebihโฆ.lebih karena ana sendiri masih dalam masa โhampaโdari keinginan untuk menikah. Memang beberapa waktu yang lalu semangat ana sempat memuncak untuk menikah. Tapi kemudian turun naik turun lalu naik lagi. Di saat keinginan sedang naik tersebut, ana sempat kecewa dengan ikhwan-ikhwan di kota ana, kenapa tak satu pun yang berminat untuk menikah. Agar pembaca maklumi, karena manhaj salaf baru dikenal di kota ana, sehingga ikhwah-nya pun masih sedikit. Proposal sudah ana ajukan ke beberapa ummahat, tapi belum satu pun yang di โACCโ. Kabarnya sebenarnya banyak ikhwan yang ingin nikah, tapi belum berani proses karena belum punya maโisyah.pekerjaan Akhirnya ana pun memutuskan menerima proposal dari seorang ikhwan yang tinggal di seberang lautan sana dengan perantara sepupu ana yang tinggal sekota dengan ikhwan tersebut. Berbekal istikharah ana melaksanakan proses taarufdalam hitungan tak sampai dua bulan, dan ikhwan tersebut akhirnya datang ke rumah ana untuk nazhar melihat. Pada ummi ibu ana katakan ada teman laki-laki yang akan datang bersilaturahmi. Ummi dengan kecemasan yang sangat, akhirnya menyampaikan berita ini ke abi. Dan sungguh di luar dugaan kami berdua, ternyata abi menyambutnya dengan suka cita. Mungkin karena selama ini tidak pernak ada cowok yang datang ke rumah untuk menemani ana bacapacar, sehingga rasa bahagia menyeruak pada diri abi saat ummi menyatakan hal ini. Bahkan, dari jauh-jauh hari abi sudah berniat membelikan oleh-oleh pulang untuk ikhwan ini, karena dia datang dari kota yang jauh. Ana sempat terheran-heran oleh sikap abi, karena di awal ana meniti manhaj salaf, abi yang paling keras menentang ana. Bahakan beliau sempat mengancam akan mengusir dan melukai laki-laki yang berpenampilan nyunnah alias berjenggot, celana non isbal di atas mata kaki, berjubah dan berpeci, dan akhwat yang bercadar datang ke rumah. Tapi alhamdulillah ternyata abi tidak berbuat senekad itu. Malah saat ikhwan tersebut sudah sampai di rumah abi lah yang sangat bersemangat menyambut dan menjamunya. Kebalikan dari ummi ana yang ternyata malah bertolak belakang dengan abi dalam menyambut ikhwan tersebut. Tapi qadarullah takdir Allah nazhar tersebut tidak berlanjut sampai ke pelaminan, karena ada beberapa hal dalam diri ikhwan ini yang ana anggap fatal, terutama dalam ilmu din-nya yaitu dalam fikih dakwah. Abi pun berpendapat ada kekurangan dari diri ikhwan tersebut dalam hal sifat yang dirasa abi tidak akan bisa cocok dengan ana. Begitu pula ummi yang tidak menyukai ikhwan tersebut dalam hal penampilan saat pertemuan pertama. Mudah-mudahan hal ini dapat dijadikan pelajaran bagi tiap ikhwan yang akan datang PDKT pada camer, agar dapat memahami situasi dan kondisi yang ada, memahami sifat dan karakter camer dan jangan โasbakโ asal tembak saja dalam berdakwah pada camer. Penampilan yang rapi dan bersih pun, akan menjadi nilai positif di mata camer. Ya berbagi pengalaman saja. Setelah kegagalan tersebut, ana berniat hanya akan berkonsentrasi untuk mengerjakan skripsi ana yang terbengkalai, sehingga ana menolak beberapa proposal yang masuk. Itulah hati manusia memang mudah terbolak-balik. Di saat ingin menikah tidak ada proposal yang menghampiri. Di saat feeling rasa itu lenyap, runtutan proposaldatang seolah-olah mengejek ana. Ana, entah mengapa, semenjak kegagalan taaruf pertama, tidak berminat lagi menikah saat kuliah. Pikiran-pikiran buruk terus menghantui ana. Ana takut tidak bisa menjalani dua tugas berat sekaligus, menjadi istri dan mahasiswi. Dalam hal ini ana memang berbeda dengan teman ana yang di wilayah Indonesia Tengah. Meskipun ia lebih muda dari ana dan dengan masa kuliah yang insyaaalah masih akan selesai 2-3 tahun lagi, tapi ia sangat gigih memperjuangkan pernikahannya. Akhwat ini sering menasihati ana tentang fadhilah keutamaan pernikahan, walaupun seiring perkuliahan. Mungkin juga dia ada benarnya, tapi keraguan masih berputar-putar di benak ana. Kadang ana menilai diri ini โtidak tahu diriโ, karena di saat banyak akhwat yang hampir mendekati usia senja sedang menanti-nantikan pujaan hati datang melamarnya, ana malah menyia-nyiakan kesempatan untuk menikah di usia muda ini. Padahal orang tua ana sudah memberikan lampu hijau bagi ana untuk menikah denganlaki-laki yang bertitel ikhwan berikut atributโ yang ada. Tapiโฆlagi-lagi keraguan datang. Sudah setahun lebih ana berkutat dengan skripsi ana, sampai datang kenyataan bahwa ana harus mulai dari awal lagi, karena judul skripsi ana menjadi perdebatan di kalangan dosen. Ana mengalah, ana tidak mau mengambil resiko dengan mencari ribut dengan para dosen, sehingga ana memutuskan mencari judul baru yang bertolakbelakang dari judul ana sebelumnya. Jadi, mau tak mau ana harusmemulai perjuangan baru lagi perihal skripsi ini sementara orang tua ana dengan harap-harap cemas menanti gelar sarjana yang akan nempel di belakang nama ana. Apakah kelak ana bisa menyeimbangkan tugas sebagai istri dan mahasiswi secara bersamaan jika ana nikah sambil kuliah? Begitulah keraguan masih saja menggelayut dalam benak ana. Sementara itu lain lagi masalah yang dihadapi teman ana. Seorang akhwat yang berada tidak jauh dari ujung timur Indonesia sekarang sedang menanti ikhwan yang sekufu dengannya datang melamar. Beragam ikhwan telah mengajukan proposal, tapi tidak ada yang berkenan di hatinya. Ataukah engkau yaa ukhtiku, masih mengharapkan sang ikhwan yang telah sekian lama menancapkan panah asmaranya tepat di hatimu? Mudah-mudahan Allah memudahkan urusanmu agar engkau segera berlepas diri dari fitnah hati yang terus menerus menghantuimuโฆ Seorang teman lagi dia akan menikah dalam waktu dekat. Ia bercerita bahwa sang ikhwan โcalon suaminya- langsung datang ke rumahnya dan langsung melamar, tanpa ia tahu dari mana si ikhwan kenal dia. Ya, lagi-lagi, masukan ana dapatkan dari akhwat ini, โJangan terlalu berlebih-lebihan cari jodoh. Jodoh itu nggak tahu kapan datangnya. Contohnya saja ana, ikhwannya langsung datang ke rumah tanpa perlu dicari-cari!โ seloroh teman saat ana bercerita bahwa ana ingin menikah. Ya mungkin iya bagi dia. Allah telah memudahkan urusannya dalam hal jodoh. Tapi bagaimana dengan yang lain? Jalan mencari jodoh tiap orang berbeda-beda. Contohnya kasus seorang akhwat yang berkali-kali taaruf, tapi gagal selalu karena ikhwannya mendambakan kelebihan dari segi fisik pada diri calon istrinya. Mudah-mudahan Allah menganugerahkan pahala yang berlipat ganda atas kesabaranmu yaa ukhtiโฆ Mungkin sekilas, kisah yang ana hadirkan untuk pembaca ini, seperti kisah fiktif yang sering beredar di pasaran sebagai novel islamiโ. Tapi kisah ini adalah nyata ana alami, berikut dengan kisah-kisah teman-teman ana yang tersebar di berbagai kota. Ana sekarang, masih dalam tahap kebimbangan perihal proposal nikah ini. Apakah ana harus menerimanya, ataukah ana menunggu skripsi ana kelar? Karena, orang tua ana sangat mengharapkan ana meraih gelar sarjana โkalau bisa- sebelum menikah. Menimbang mudharat keburukan dan mashlahat kebaikan yang akan timbul, maka ana masih berbingung ria menghadapi masalah ini. Adakah nasihat untuk ana? Sekarang ana masih menanti dan menanti. Kapan waktuku tibaโฆ? Ummu Syafiq Saya menyatakan bahwa cerita ini benar-benar kisah nyata tanpa ada rekayasa Ttd Deasy Novriana-Ummu Syafiq Catatan Redaksi Menikah sambil kuliah? Aduh mungkin belum bisa dibayangkan bagaimana repotnya oleh sebagian orang. Bagaimana tidak, mikirin dan ngurusin kuliah saja sudah repot dan melelahkan, apalagi ditambah pekerjaan rumah serta melayani suami dan anak, jadi bertumpuk kan bebannya? Benar secara teori, namun dalam kenyataan bisa lain jadinya. Begitulah seringkali sesuatu menjadi berat saat masih di awang-awang, padahal kita tidak tahu ada banyak kemudahan ketika dikerjakan. Apalagi jika keinginan tersebut semata-mata untuk mencari keridhaan Allah Taala semata, insyaallah pintu kemudahan akan terbuka dari arah yang tak disangka-sangka min haisu laa yahtasib Menikah merupakan ibadah mulia yang penuh dengan keutamaan. Begitu ikrar suci ini diikatkan, berbagai pintu pahala menunggu pasutri yang tentu saja ingin memasukinya. Dari pintu yang mudah dibuka dan menyenangkan, hingga pintu yang perlu kesabaran dan menguras tenaga ketika pasutri memasukinya. Dan semua itu, sekali lagi, berpahala! Mungkin penjelasan ini masih terlalu abstrak untuk dicerna, namun bagi yang telah melaksanakannyaitu bukan suatu hal yang bikin dahi berkerut. Cobalah dipikir sekali lagi dengan memakai โkerudung kuningโ untuk mengimbangi kebimbangan saudari yang disebabkan harena hanya menimbang โkerudung hitam dan merahโ kerudung kuning, hitam dan merah? Ah ini hanya terinspirasi dari โsix thinking hatโ-nya De- Bono. Bingung maaf. Opo to maksude redaksi ki? Ra mudeng blas! Intinya cobalah saudari lebih positive thinking terhadap nikah sambil kuliah. Sisihkan persangkaan dan bayang-bayang buruk yang menghantui saudari. Lebih enak untuk husnuzhan. berprasangka baik Dengan menikah ada pendamping yang menemani saudari ketika sibuk di depan komputer menyelesaikan skripsi, memburu dosen pembimbing untuk minta ACC, atau membantu saudari dalam mengumpulkan data-data. Bahkan ketika saudari kelelahan melakukan hal ini itu ada yang menghibur maupun berusaha menghilangkannya. Dengan memijat atau sentuhan mesra lainnya. Nah gimana? Menikah sambil kuliah lebih enak bukan? Setelah menikah saudari bisa bebas ke kampus tanpa harus takut ikhtilat dan khalwat, tentu saja karena suami saudari bisa membantu melakukan urusan administratif maupun birokrasi bila saudari harus berhadapan dengan lain jenis yang bukan mahram. Jadi, sungguh mengherankan kalau hal ini malah membuat saudari โmalasโ menikah. Kuliah kan bukan alasan yang membolehkan adanya ikhtilat dan khalwat? Nah, untuk itu selamat menikah sambil kuliah. Semoga Allah Taala memudahkan saudari untuk melakukannya. Kisah Nyata Majalah Nikah Volume 6 No. 3 Juni 2007 ini saya dapatkan di google, maafkan saya jika alamatnya tidak tercantum disini karena ini saya dapatkan sudah lama sekali
Jodoh itu merupakan misteri Allah SWT yang selalu didamba setiap insan, terutama oleh akhwat yang belum berhasil menemukannya. Berbicara tentang penantian memang selalu membuat resah. Ditambah lagi bila yang dinanti itu adalah jodoh. Memikirkannya saja bisa membuat seorang akhwat menjadi panas dingin. Memang tidak semua akhwat merasa sulit mendapatkan jodoh. Ada yang sama sekali sedang tidak memikir tentang pernikahan namun secara tiba-tiba esok harinya ada seorang ikhwan yang melamar. Masyaa Allah. Masih ingat kisah cinta salah seorang putra daโi ternama yang menikah dalam usia muda? Kisah cinta mereka menjadi viral di dunia maya. Terlepas dari pro dan kontranya pendapat yang beredar, yang pasti kisah ini sukses membuat baper para akhwat. Tetapi ada juga yang merasakan saat usia sudah menunjukkan saat yang tepat, teman sebaya pun sudah tak lagi merapat karena hatinya telah sukses tertambat di depan KUA, tapi apa daya sang pujaan belum juga tampak. Ternyata untuk mencapai jenjang pernikahan diperlukan sebuah kesabaran ekstra baginya. Walau bagaimana pun menikah itu tetap menjadi pilihan kita karena islam melarang kita hidup membujang. ููุง ุตูุฑููุฑูุฉู ููู ุงููุฅูุณูููุงู
ู โTidak ada hidup membujang dalam Islam.โHR. Abu Daud ุนููู ุนูุงุฆูุดูุฉู ููุงููุชู ููููู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุนููู ุงูุชููุจูุชูููู Dari Aisyah ia berkata; โRasulullah shallallahu alaihi wasallam melarang hidup membujang.โ HR. Ad Darimi Menikah adalah menegakkan setengah tiang agama dan juga merupakan sunnah Rasulullah yang teramat indah. Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ุฅูุฐูุง ุชูุฒููููุฌู ุงูุนูุจูุฏู ููููุฏู ููู
ูููู ููุตููู ุงูุฏูููููู ุ ููููููุชูููู ุงูููู ููู ุงููููุตููู ุงูุจูุงููู โJika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya.โ HR. Al Baihaqi dalam Syuโabul Iman. Tapi, ketahuilah jodoh bukanlah sandal jepit yang sering dipakai dan bisa tertukar. Jodoh akan datang pada waktu dan pada orang yang tepat. Jadi jangan karena teman-teman sebaya telah berhasil mencetak buku nikah membuat kita berkecil hati. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh akhwat yang sedang menanti kedatangan jodoh. Yaitu โข Memperbanyak sholat ููุงุณูุชูุนูููููุง ุจูุงูุตููุจูุฑู ููุงูุตููููุงุฉู โMintalah pertolongan dengan sabar dan shalatโ QS. Al Baqarah 45 Merasa galau karena jodoh tak kunjung datang tentu dapat terobati dengan melaksanakan hadis di atas. Tak ada yang paling berharga bagi seorang selain kesabaran dalam menjalani hidup. Sholat adalah jalan keluar dari segala masalah. Laksanakan sholat wajib tepat waktu dan khusuk serta perbanyaklah sholat sunnah. Sangat dianjurkan melaksanakan sholat tahajud setiap malam tanpa terputus. Mintalah pada Allah pada waktu yang mustajab itu. โข Memperbaiki Niat ุฅููููู
ูุง ุงููุฃูุนูู
ูุงูู ุจูุงูููููููุงุชู ููุฅููููู
ูุง ููููููู ุงู
ูุฑูุฆู ู
ูุง ููููู ููู
ููู ููุงููุชู ููุฌูุฑูุชููู ุฅูููู ุฏูููููุง ููุตููุจูููุง ุฃููู ุฅูููู ุงู
ูุฑูุฃูุฉู ููููููุญูููุง ููููุฌูุฑูุชููู ุฅูููู ู
ูุง ููุงุฌูุฑู ุฅููููููู โSesungguhnya amalan itu tergantung niatnya. Dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang dia niatkan. Barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang ingin ia dapatkan atau karena perempuan yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya untuk apa yang ia tujukan.โ HR. Bukhari Memperbaiki niat adalah salah satu cara yang tepat saat berada dalam penantian jodoh. Tanamkan niat yang kuat bahwa menikah hanyalah karena Allah SWT bukan karena hal-hal lainnya. โข Menjaga Hati Pada saat-saat seperti ini sangat penting untuk menjaga hati. Perasaan yang dimiliki tentu jadi lebih sensitif. Bisa saja rasa iri datang saat melihat teman-teman lain telah menikah sedangkan kita masih berada di batas angan. Selain itu jaga juga hati menjadi sangat penting, jangan sampai merasa putus asa dan membuka pintu masuk bagi syaiton. โข Menjaga Diri ู
ูุง ุชูุฑูููุชู ุจูุนูุฏููู ููุชูููุฉู ุฃูุถูุฑูู ุนูููู ุงูุฑููุฌูุงูู ู
ููู ุงููููุณูุงุกู Tidak ada fitnah yang aku tinggalkan setelahku yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada fitnah wanita. HR. Bukhari Pada dasarnya seorang wanita itu adalah sebuah fitnah, apalagi wanita single. Pesona dan aura yang dimiliki dapat membuat lalai kaum laki-laki. Untuk itu kita wajib menjaga diri sebaik-baiknya, jangan sampai menjerumuskan orang apalagi menjerumuskan diri sendiri ke dalam dosa besar. โข Memantaskan Diri Memantaskan diri di sini bukan berarti memantaskan diri agar mendapatkan jodoh sesuai kriteria yang kita inginkan. Memantaskan diri di sini lebih condong ke arah memantaskan diri sebagai seorang hamba Allah SWT. Menjadikan diri lebih baik dalam beribadah, memantaskan diri agar lebih sabar saat berada di masa-masa sulit, dan memantaskan diri saat jodoh akhirnya tiba. โข Membahagiakan Orang Tua Memasuki masa pernikahan nanti membuat kita lebih sering menghabiskan waktu bersama suami dan juga anak-anak kita sendiri. Coba pikirkan bagaimana dengan orang tua yang telah mengurus kita dari kecil. Bukan berarti setelah menikah nanti kita melupakan orang tua. Tentu setelah menikah nanti kita harus mengatur waktu agar bisa menjenguk mereka. Tetapi belum tentu kita terpilih menjadi anak yang dapat menemani dan merawat masa tua mereka. Maka, jangan sia-siakan masa single ini. Bahagiakanlah orang tua sebaik-baiknya dan percayalah memberi kepada orang tua akan mendatangkan keberkahan dan ridho Allah SWT. โข Mempersiapkan Mental Kita tidak dapat mengetahui jodoh seperti apa yang akan Allah berikan. Apakah dia miskin, kaya, bujang, duda atau mungkin yang telah berada dalam posisi menikah. Mempersiapkan mental sejak dini sangat diperlukan. Jangan sampai saat jodoh kita datang, kita merasa tidak siap. Atau setelah memasuki masa pernikahan timbul rasa penyesalan karena jodoh tidak sesuai dengan yang kita impikan. โข Menikmati Masa Single Percayalah setelah berada dalam masa pernikahan pola kehidupan akan berputar 180ยฐ. Ditambah lagi jika telah hadir anak-anak, beribadah pun akan terasa sedikit sulit. Jadi jauh lebih baik menikmati masa single dengan prestasi dan juga kegiatan-kegiatan positif dari pada terus menerus bergalauria karena si dia. โข Aktif Dalam Mencari Jodoh Secara Syarโi Aktif dalam mencari jodoh bukanlah hal yang memalukan, asalkan kita melakukannya dengan cara-cara yang syarโi. Mulailah dengan membicarakan hal ini dengan kedua orang tua. Tidak ada salahnya meminta mereka untuk mencarikan jodoh untuk kita. Selain itu kita juga bisa meminta tolong pada sahabat-sahabat dekat yang kita miliki. Mengajukan proposal pencarian jodoh kepada murabi juga sangat disarankan. Menanti datangnya jodoh sebenarnya sesuatu yang mengasyikan. Janganlah hal ini dijadikan beban. Karena akan tiba saatnya kita akan tersenyum-senyum sendiri saat kita telah berhasil melewati masa ini. Dan percayalah bahwa Allah SWT telah menetap segala sesuatu dengan sempurna bahkan dalam setiap detailnya. Allah SWT tak pernah menguji seorang hamba di luar kemampuan yang dimiliki. Peliharalah terus prasangka baik kepada Allah dan yakin bahwa yang diberikan adalah yang terbaik untuk diri kita.
Barangkali, anda sering mendengar istilah ikhwan, akhi, afwan ukhti, dan akhwat, namun belum tahu akhwat artinya apa, arti ikhwan apa, dan sebagainya. Dalam kesempatan kali ini, kita akan coba menjelaskan kata-kata ini. Semoga penjelasan kami bermanfaat untuk anda dan dapat menambah wawasan yang baik. Akhwat dan Ikhwan Artinya Adalah Apa? Berikut ini penjelasan mengenai sebutan-sebutan yang sering kita dengar sehari-hari. Arti Ikhwan Ikhwan adalah berasal dari dalam bahasa Arab ุงูุงุฎูุงู yang artinya adalah kawan laki-laki. Kalau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ia memiliki arti saudara atau teman. Dalam bahasa Arab, ia merupakan bentuk jamak. Biasanya, kata ini digunakan untuk menyebut para lelaki yang dikenal memiliki kepribadian agama Islam yang baik. Arti Akhwat Akhwat adalah diambil dari bahasa Arab ุงูุฃุฎูุงุช yang artinya saudara perempuan. Dalam KBBI, ia diartikan sebagai saudara perempuan atau teman perempuan. Ia juga merupakan bentuk jamak dalam bahasa Arab. Kata ini sering digunakan sebagai sebutan bagi wanita-wanita yang dikenal berusaha mengamalkan Islam dengan baik. Arti Akhi Akhi artinya adalah saudaraku laki-laki. Ia merupakan bentuk tunggal dari kata ikhwan. Arti Ukhti Ukhti merupakan bentuk tunggal dari kata akhwat. Berikut ini ringkasan dari sebutan-sebutan yang sering kita dengar SebutanArtiAkhwatWanita Kata ganti ketigaIkhwanPria Kata ganti ketigaUkhtiPerempuan Kata ganti keduaAkhiLaki-laki kata ganti keduaAkhwat fillahSaudara perempuan karena AllahAkhwat onlyHanya wanitaAkhwat Perindu JannahPerempuan yang merindukan surga Akhwat Artinya Apa? Kalau kita lihat pada asal usulnya, sebenarnya yang disebut saudara adalah orang-orang yang keluar dari rahim yang sama atau orang yang disebut dengan saudara kandung. Sehingga, bagi sebagian orang, mereka tidak mau menyebut akhi wa ukhti kepada orang yang bukan saudara kandungnya. Saya menghargai pendapat mereka. Akan tetapi, sebagaimana yang kita tahu bahwa sesama muslim itu bersaudara dan persaudaraan Islam lebih kuat sehingga kita pun boleh menyebut saudara seislam kita dengan sebutan akhi atau ukhti. Dikalangan para sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sendiri, mereka juga sering menyebut orang lain dengan sebutan akhi, meskipun sebenarnya mereka bukan saudara kandung. Pernah, suatu kali Abu Bakar radliyallahu anhu terlibat perbedaan pendapat dengan Salman, Shuhaib, dan Bilal radliyallahu anhum. Tatkala Abu Bakar mengadukan kepada Rasulullah, justru Rasulullah malah menegur Abu Bakar. Beliau bersabda Wahai Abu Bakar! Apakah engkau membuat mereka marah? Kalau engkau membuat mereka marah, maka engkau telah membuat Pemeliharamu marah.โ Mendengar hal itu, akhirnya Abu Bakar mendatangi ketiga sahabat tadi untuk meminta maaf. Lafal Arabnya seperti ini ููุฃูุชูุงููู
ู ุฃูุจูู ุจูููุฑู ููููุงูู ููุง ุฅูุฎูููุชูุงูู ุฃูุบูุถูุจูุชูููู
ูุ ููุงูููุง ููุง ููุบูููุฑู ุงูููู ูููู ููุง ุฃูุฎูู โMaka Abu Bakar mendatangi mereka, lalu dia berkata Yaa Ikhwataah Wahai saudaraku! Apakah aku membuat kalian marah? Mereka berkata Tidak, semoga Allah mengampunimu, ya akhi wahai saudaraku.โ Hadits di atas diriwayatkan oleh Imam Muslim sehingga diakui keshahihannya. Kalau kita lihat nasabnya, tidak ada hubungan persaudaraan antara sahabat Bilal, Shuhaib, Salman, dan Abu Bakar. Akan tetapi, mereka tetap menggunakan lafal akhi atau ikhwataah karena yang dimaksud adalah persaudaraan Islam. Dengan demikian, boleh bagi kita menyebut orang lain yang bukan saudara kandung kita dengan akhi wa ukhti, yang terpenting adalah mereka saudara seislam kita. Dalam islam, seorang wanita dan pria diperbolehkan bergaul dengan lawan jenis. Hanya saja, terdapat batasan-batasan pergaulan yang harus dijaga agar tidak melanggar aturan Allah taala. Berikut ini batasan interaksi antara ikhwan dan akhwat Menjaga PandanganMenutup AuratDilarang Khalwat Ya Akhi, Jagalah Pandanganmu Menjaga pandangan di sini maksudnya adalah agar kita tidak mengumbarnya untuk melihat lawan jenis yang diharamkan oleh Allah taala. Perbuatan ini termasuk dari tanda-tanda iman. Allah taala menyatakan โDan katakanlah untuk orang-orang beriman dari kalangan laki-laki agar mereka menundukkan pandangan-pandangan mereka dan menjaga farji-farji mereka.โ Permasalahan ini, meskipun sebagian besar dilakukan oleh laki-laki, tetapi juga tidak menutup kemungkinan bahwa wanita pun juga melakukannya. Kenapa? Karena kita sama-sama manusia dan memiliki hawa nafsu yang sama. Oleh karenanya, Allah juga memberikan nasehat kepada kaum perempuan โDan katakanlah kepada orang-orang beriman dari kalangan perempuan agar mereka menundukkan pandangan-pandangan mereka dan menjaga farji-farji mereka.โ Kesimpulannya, perintah untuk menundukkan pandangan itu sama saja untuk laki-laki dan perempuan. Kenapa kita harus menundukkan pandangan? Karena sesungguhnya memandang sesuatu yang dilarang itu juga termasuk zina. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda ุฅูููู ุงูููููู ููุชูุจู ุนูููู ุงุจููู ุขุฏูู
ู ุญูุธูููู ู
ููู ุงูุฒููููุงุ ุฃูุฏูุฑููู ุฐููููู ูุงู ู
ูุญูุงููุฉูุ ููุฒูููุง ุงูุนููููู ุงููููุธูุฑูุ ููุฒูููุง ุงููููุณูุงูู ุงูู
ูููุทูููุ ููุงููููููุณู ุชูู
ููููู ููุชูุดูุชููููุ ููุงูููุฑูุฌู ููุตูุฏูููู ุฐููููู ููููููู ููููููุฐููุจููู โSesungguhnya Allah telah menuliskan atas keturunan Adam akan bagiannya dari zina yang dia pasti mengenainya. Zina mata adalah pandangan. Zina lisan adalah ucapan. Adapun jiwa itu berangan-angan dan bersyahwat. Dan kemaluan itu membenarkan semua itu atau mendustakannya.โ [Muttafaqun alaih] Lalu, bagaimanakah yang harus kita lakukan jika kita tiba-tiba dengan tidak sengaja melihat kepada seorang ajnabi? Segera palingkan pandangan, sebagaimana hal ini pernah ditanyakan oleh Jarir bin Abdullah radliyallahu anhu kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam ุณูุฃูููุชู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุนููู ููุธูุฑูุฉู ุงูููุฌูุงุกูุฉู ููุฃูู
ูุฑูููู ุฃููู ุฃูุตูุฑููู ุจูุตูุฑูู โAku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tentang pandangan secara tidak sengaja, maka beliau menyuruhku untuk memalingkan pandanganku.โ [Hr. At Tirmidzi] Pandangan yang pertama itu tidak mengapa, tetapi pandangan kedua merupakan dosa seperti sabda Nabi kepada Ali ููุง ุนูููููู ููุง ุชูุชูุจูุนู ุงููููุธูุฑูุฉู ุงููููุธูุฑูุฉูุ ููุฅูููู ูููู ุงููุฃููููู ููููููุณูุชู ูููู ุงููุขุฎูุฑูุฉู โWahai Ali, janganlah kamu mengikutkan satu pandangan dengan pandangan yang lain karena sesungguhnya bagimu yang pertama dan yang terakhir bukan untukmu.โ [Hr. Abu Dawud] Afwan Ukhti, Tutuplah Auratmu Kalau masalah terbesar yang biasa dialami laki-laki adalah menjaga pandangan, maka masalah terbesar yang dialami kaum hawa adalah menutup aurat. Banyak wanita, masih belum memahami batasan auratnya, bahkan itu terjadi kepada mereka-mereka yang sejatinya sudah belajar Islam. Keluar tanpa memakai jilbab, itu sudah dianggap biasa. Padahal, sebagaimana dapat diambil dari sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam, bahwa rambut adalah termasuk aurat bagi wanita. Simak hadits berikut Pernah suatu kali, Asma binti Abu Bakar radliyallahu anhuma berkunjung kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dengan memakai pakaian tipis. Ketika melihatnya, Rasulullah bersabda ููุง ุฃูุณูู
ูุงุกูุ ุฅูููู ุงููู
ูุฑูุฃูุฉู ุฅูุฐูุง ุจูููุบูุชู ุงููู
ูุญููุถู ููู
ู ุชูุตูููุญู ุฃููู ููุฑูู ู
ูููููุง ุฅููููุง ููุฐูุง ููููุฐูุงยป ููุฃูุดูุงุฑู ุฅูููู ููุฌููููู ููููููููููู โWahai Asma, sesungguhnya seorang wanita apabila telah haid, maka tidak boleh terlihat darinya kecuali ini dan ini.โ Beliau berisyarat kepada wajah dan telapak tangan beliau. [Hr. Abu Dawud] Demikianlah penjelasan mengenai ikhwan dan akhwat artinya apa dalam Islam, semoga bermanfaat.