VIVA- SMA terbaik di Indonesia pasti memiliki hasil Ujian Nasional di atas rata-rata. Oleh karena itu, tidak heran jika beberapa Sekolah Menengah Atas atau SMA yang akan kami bahasa berikut ini masuk ke dalam peringkat 10 besar se-Indonesia. Dari banyaknya 23.110 sekolah yang ada di Indonesia Perbedaanantara SMA Negeri dan SMA Swasta yang paling menonjol adalah biaya sekolah. Di Jepang, total biaya yang diperlukan untuk bersekolah di SMA Negeri cenderung lebih murah dibandingkan dengan biaya bersekolah di SMA Swasta. Selisihnya bisa mencapai lebih dari 500.000 yen (sekitar 65 juta rupiah)*. Salah satu hal yang mempengaruhi biaya Unggulandi Jawa Timur. Sebutan SMA Komplek mengacu kepada keberadaan sekolah ini sebagai pusatnya. Tahun 2014 : UN 2014 aja belom, 4 siswi SMAN 8 Jkt sdh di terima BEASISWA "Monbugokashu JEPANG" 2014. (ke 4 siswi cewek semua).. SMK NEGERI 1 BALIKPAPAN itu smk terbaik di kalimantan timur,mas nanya ilmu apa yang dibanggain dri smk 1 Pesertadidik harus membayar biaya SPP paling lambat tanggal 10 setiap bulannya. Itulah informasi lengkap tentang SMA swasta terbaik dan unggulan di Bogor, Jawa Barat. Kualitas SMA Dwiwarna (Boarding School) tidak perlu diragukan lagi karena sudah banyak prestasi yang didapatkan. Selain itu, juga sudah memiliki akreditasi A (98). 7 Crows Zero - 2007. Film yang satu ini bisa dibilang salah satu satu film action Jepang terbaik yang pernah ada. Crows Zero bercerita tentang gangster sekolah yang sering terlibat pertarungan di jalanan. Film ini pun dibintangi oleh banyak nama terkenal, seperti Shun Oguri, Kyosuka Yabe, dan Takayuki Yamada. WijoyoAtmodarminto (Gubernur DKI Jakarta 1987-1992, dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang) Prof Ir Eko Budihardjo,M.SC (Rektor UNDIP 1998-2006) Informasi dan Alamat : Jalan Yos Sudarso No.7, Kotabaru, Gondokusuman, Kotabaru, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55224 Daftar SMA Negeri Terbaik Di Yogyakarta SMA terbaik di Jakarta bisa menjadi incaran semua siswa.Apalagi orangtua, pastinya mau tempat sekolah terbaik bagi anaknya.. Pada saat masuk ke SMA terbaik, maka memberi dampak positif bagi masa depan anaknya. Baca juga: 15 SMA Terbaik di Semarang Berdasarkan Nilai UTBK 2021 Khususnya saat mereka ingin kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Jurusanjurusan kuliah di Jepang sangat bervariasi, walau pilihan yang tersedia untukmu mungkin akan terbatas berdasarkan kemampuan bahasa Jepang serta ijazah jurusan SMA yang kamu miliki. Secara umum, Jepang menawarkan pendidikan kualitas dunia di jurusan teknik dan ilmu pengetahuan alam seperti biologi dan kimia.¹². Xjjxbh. Melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi mungkin menjadi keinginan setiap siswa lulusan baru SMA. Berkuliah di universitas dengan berbagai tunjangan beasiswa mungkin juga menjadi incaran semua orang. Terlebih lagi jika berkuliah di luar negeri yang pasti membutuhkan budget lebih. Inilah ulasan tentang beasiswa Jepang S1 bagi siswa lulusan SMA. Saat ini banyak sekali universitas-universitas yang membuka kelas internasional sehingga memberikan peluang kepada mahasiswa dari luar untuk menuntut ilmu. Seperti di Jepang, di mana banyak sekali universitas yang membuka kesempatan untuk mahasiswa untuk bisa berkuliah di sana. Tak hanya itu, kesempatan beasiswa mulai dari S1, S2, sampai S3 bisa didapatkan di negeri sakura ini. Kelebihan Menuntut Ilmu di Jepang Kelebihan menuntut ilmu di Jepang itu sangat banyak, mulai dari akomodasi, fasilitas, ilmu, dan keterampilan lain bisa diasah ini. Bagi yang ingin bergelut dalam dunia engineering dan industri, Jepang mungkin menjadi pilihan tepat. Bukan tanpa alasan, Jepang sudah terkenal sebagai negara maju dalam bidang pendidikan, industri, dan juga bidang kesehatan. Selain itu, Jepang menjadi negara yang tergolong aman bagi warga pendatang. Segala macam kejahatan di sana ditindak dengan tegas sehingga membuat tingkat kriminalitasnya berkurang. Kriminalitas seperti peredaran senjata tajam, obat-obat terlarang sangat diperhatikan peredarannya sehingga negara ini cukup aman untuk ditinggali. Artikel Pilihan Pilihan Universitas Terbaik di Jepang Setelah mengetahui kelebihan-kelebihan apa saja yang bisa didapatkan jika berkuliah di Jepang, di bawah ini ada beberapa daftar pilihan kampus yang bisa menjadi alternatif pilihan terbaik dalam melanjutkan studi S1 bagi lulusan SMA 1. University Of Tokyo University of Tokyo merupakan sebuah universitas Jepang yang telah telah berumur sekitar 117 tahun. Universitas ini merupakan universitas penelitian ternama yang ada di Jepang dan merupakan anggota pertama dari tujuh universitas nasional yang ada di Tokyo. Berbagai fakultas membuka kelas internasional bagi mahasiswa-mahasiswa luar. Tak hanya program S1 saja, University Of Tokyo juga membuka banyak jurusan untuk S2 seperti ilmu ekonomi, ilmu lingkungan dan juga teknik. Program-program kelas internasional ini tentunya diajarkan dalam bahasa Inggris sehingga memudahkan mahasiswa luar untuk dapat memahami perkuliahan. Paling penting juga, universitas ini menawarkan beasiswa untuk S1 dan juga S2. 2. Tokyo Institute Of Technology Berusia sedikit lebih tua dibandingkan University Of Tokyo di atas, Tokyo Institute ini telah berusia 130 tahun dan telah melahirkan lulusan-lulusan hebat dan berpengaruh. Kampus ini tercatat telah memiliki sekitar mahasiswa internasional dan terus bertambah setiap tahun ajaran baru. Tokyo Institute ini sendiri memiliki 3 kampus yang masing-masing menawarkan semua tingkatan. Tawaran beasiswa juga banyak di Tokyo Institute ini, dan pastinya menjadi peluang yang sangat baik untuk penunjang fasilitas pendidikan nantinya. Sama seperti universitas Tokyo, kampus ini juga menyediakan kelas internasional dalam bahasa inggris dan terbuka untuk semua program S1, S2, dan S3. 3. Tohoku University Didirikan tahun 1907 menjadikan universitas Tohoku ini menjadi Universitas Imperial urutan ketiga di Jepang. Berlokasi di Sendai, Prefektur Miyagi menjadikan kampus ini memiliki akses yang baik untuk dijangkau. Tak hanya itu saja, beberapa program sarjana dan pascasarjana bisa di program oleh mahasiswa Jepang maupun dari luar. 4. Hokkaido University Hokkaido University merupakan sebuah kampus yang terkenal dengan keindahannya, terletak di Sapporo dan juga terdapat di Hakodate. Berbagai program S1 modern Japanese Studies dan banyak lagi program untuk untuk tingkatan S1, S2, dan juga S3. Kelebihan yang dimiliki universitas ini ilah ketersediaan fasilitas kampus seperti tempat penelitian sendiri, hutan dan juga sawah. 5. Kyushu University Untuk peminat jurusan bidang lingkungan mungkin universitas Kyushu ini bisa menjadi pilihan tepat. Pasalnya kampus ini banyak membuka program studi lingkungan seperti bio lingkungan dan juga biometri serta teknis. Tentunya jurusan-jurusan ini tersedia pula kelas internasional yang memberikan peluang kepada mahasiswa luar untuk berkuliah di salah satu kampus yang masuk daftar tujuh universitas nasional ini. Daftar Peluang Beasiswa S1 Pastinya semua orang termasuk mahasiswa menginginkan tunjangan untuk menunjang pendidikan dan kehidupannya selama berada di negara orang. Tak perlu khawatir, berikut ini adalah daftar peluang beasiswa S1 Jepang sebagai pembaca yang yang baru saja lulus sekolah dan ingin melanjutkan studinya 1. Beasiswa Monbukagakusho Prefektur Jepang dalam mengakomodasi mahasiswa adalah dengan memberikan beasiswa dan tunjangan-tunjangan lain kepada para mahasiswa, termasuk mahasiswa internasional. Hal ini membuka kesempatan yang luas untuk calon mahasiswa dari luar, termasuk Indonesia yang ingin berkuliah di Jepang. Biaya kuliah gratis dijamin melalui beasiswa ini. Tentunya penawaran beasiswa monbukagakusho ini berlaku untuk siswa-siswi di beberapa Negara, termasuk Indonesia. Adapun tunjangan yang didapatkan diluar biaya kuliah gratis adalah, uang saku, uang transport pada awal dan akhir penerimaan beasiswa,dan yang pastinya beasiswa ini tidak memerlukan persyaratan seperti harus ada ikatan dinas. 2. Beasiswa Rotary Yoneyama Rotary Yoneyama scholarship adalah program beasiswa yang didanai oleh Yayasan Rotary Yoneyama Memorial yang dalam penyalurannya bekerja sama dengan organisasi pemberi beasiswa terbesar di Jepang. Dalam satu kali penerimaan, program beasiswa ini hanya membuka kesempatan kepada 15 orang saja untuk semua program dari S1, S2, sampai S3. Adapun cakupan beasiswa meliputi bantuan biaya per bulan yang jika dirupiahkan sekitar Rp 13 juta per bulan bagi mahasiswa S1, Rp 18 juta bagi mahasiswa S2 dan S3. Tidak hanya itu saja, beasiswa ini juga memberi subsidi transportasi sebesar yen. Penting untuk diketahui bahwasanya beasiswa ini tidaklah bersifat penuh,biaya lain seperti biaya masuk, biaya perkuliahan, ditanggung oleh mahasiswa itu sendiri. 3. Asia Bridge Program Asia Bridge Program ABP merupakan beasiswa yang diselenggarakan oleh pihak Jepang yang bekerja sama dengan beberapa kampus membuka peluang beasiswa untuk lulusan SMA dari India, Thailand, Vietnam, dan Indonesia untuk berkuliah di Jepang. Salah satu beasiswa Jepang S1 ini tidak hanya pembiayaan hingga lulus kuliah, namun juga bantuan untuk mendapatkan pekerjaan saat lulus nantinya. Kampus yang menjadi mitra beasiswa ini adalah Universitas Shizuoka, di mana focus pendidikannya adalah lebih mengutamakan bagaimana skill berkembang, kehebatan teknis, hingga kemampuan berpikir ilmiah mahasiswa. Keunggulan yang dimiliki beasiswa ini sendiri adalah adanya konseling terhadap mahasiswa di awal masa penerimaan mahasiswa baru. 4. Beasiswa Yamaha Jika mendengar kata Yamaha, mungkin pembaca akan langsung memusatkan fikirannya pada kendaraan bukan? Ya Yamaha foundation yang berkolaborasi dengan Saitama University membuka peluang kepada para mahasiswa untuk bisa mendapatkan bantuan pendidikan. Program beasiswa ini berlaku untuk semua jenjang pendidikan, mulai dari S1. S2, hingga S3. Adanya beasiswa ini bertujuan untuk membuka peluang mahasiswa kategori privately financed students untuk berkuliah di Saitama ini. Saitama sendiri sudah sangat dikenal dengan pengembangan industri dan budayanya yang sangat maju. Tunjangan yang diberikan berupa dan sejumlah 120 JPY selama satu tahun dalam satu periode penerimaan beasiswa tersebut. 5. Beasiswa Mitsui Bussan Scholarship Mitsui Bussan Scholarship adalah program untuk Indonesia adalah program beasiswa yang membuka peluang bagi lulusan SMA untuk dapat berkuliah di Jepang. Sesuai dengan nama beasiswanya, program ini secara langsung didanai oleh Mitsui & Co. Ltd dan telah bekerja sama dengan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ri. Masalah pembiayaan , beasiswa ini memberikan pembiayaan penuh. Akomodasi lain yang bisa didapatkan jika terdaftar dengan beasiswa ini adalah tiket PP Indonesia-Jepang, tunjangan kedatangan yang nilainya mencapai Rp 6 juta, gratis biaya kursus bahasa Jepang, terdapat pula asuransi kesehatan, pembiayaan buku dan banyak lagi. Bagi lulusan SMA jangan sampai ketinggalan info beasiswa ini ini ya, karena akomodasinya sangatlah banyak. Dokumen Apa yang Harus Dipersiapkan? Setelah mengetahui kampus yang bisa dipilih dan beasiswa S1 Jepang, pastinya pembaca penasaran dokumen apa saja yang harus dipersiapkan bukan? Berikut ini daftarnya Ijazah SMA yang telah dilegalisir SKHUN sementara yang telah dilegalisir Sertifikat kemampuan Berbahasa Jepang Itulah tadi beberapa ulasan mengenai beasiswa Jepang S1 yang bisa dicoba peruntungan demi membiayai dan menunjang pendidikan selam di Jepang. Sekian artikel kali ini, semoga bisa menjadi insight untuk teman-teman yang berniat berkuliah di Jepang. Semoga bermanfaat. Baca juga Hidup di Jepang, Jangan Lupa Bayar Pajak! Bagaimana Sistemnya? Ingin tahu bagaimana cara kerja di Jepang lulusan SMA? Memang terdengar mustahil tapi kenyataannya memang ada jalan agar bisa kerja di Jepang untuk kamu yang baru memegang diploma SMA dan sederajat. Untuk Info lebih lengkapnya bisa isi Biodata Disini Jepang telah lama menerima pekerja dari luar negeri demi mengisi kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor pekerjaan di sana. Dengan banyaknya jumlah lowongan yang tersedia, peluang untuk bisa kerja di Jepang untuk lulusan SMA pun semakin besar. Selain itu perusahaan Jepang juga lebih condong merekrut tenaga kerja asing dari Indonesia karena dari sisi cost, TKA Indonesia lebih terjangkau daripada TKA dari negara lain. Walaupun begitu kamu tidak perlu khawatir dengan masalah gaji di Jepang karena banyak dari TKI di sana yang bisa membawa uang hingga ratusan juta rupiah setelah menyelesaikan kontrak kerja mereka. Modal ini nantinya bisa kamu pakai untuk menjalankan target selanjutnya seperti membuka usaha atau meneruskan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Ditambah lagi alasan banyak orang yang memilih Jepang sebagai destinasi untuk bekerja adalah jaminan keamanan bagi TKI di sana karena mendapat perlindungan hukum dari pemerintah dan juga diberikannya jaminan tambahan seperti asuransi kesehatan dan asuransi keselamatan kerja. Nah, jika kamu tertarik untuk mencoba melamar kerja ke Jepang, kamu harus tahu cara kerja di Jepang lulusan SMA dengan mempelajari jalur-jalurnya. Berikut ini 3 jalur dengan perbedaan jenis pekerjaan, syarat serta kualifikasi yang bisa kamu pilih. Program Magang ke Jepang Program magang adalah salah satu cara kerja di Jepang lulusan SMA. Program ini sebenarnya lebih ke arah pelatihan/pembelajaran tapi banyak orang yang salah mengartikan karena peserta magang di Jepang mendapat gaji bulanan layaknya pekerja biasa. Gaji tersebut pun sebenarnya merupakan tunjangan wajib yang diberikan perusahaan kepada peserta magang. Besarnya tunjangan bahkan jauh melebihi gaji rata-rata di Indonesia yaitu sebesar 15 – 20 juta rupiah per bulan. Untuk bisa menjadi peserta magang atau yang terkenal di Jepang disebut Kenshusei, pendaftar harus melewati berbagai tes dan pelatihan terlebih dahulu sebelum diberangkatkan ke Jepang. Proses seleksi hingga keberangkatan Pertama-tama kamu harus memastikan telah memenuhi syarat umum untuk menjadi Kenshusei. Berikut ini syarat atau kualifikasi yang harus dipenuhi. Menyelesaikan pendidikan SMA dan tingkat sederajat Masuk ke dalam rentang usia 19 – 26 tahun untuk jalur negeri dan usia 18 – 30 tahun untuk jalur swasta Calon peserta pria harus memiliki tinggi minimal 160 cm. Sementara calon peserta wanita minimal 150 cm Tidak menderita penyakit mata dan tidak boleh berkacamata. Tidak memiliki tato di bagian tubuh mana pun, tidak bertindik dan tidak memiliki penyakit kulit jangka lama. Tidak pernah mengalami kecelakaan atau luka serius seperti kerusakan organ dalam, pernah operasi atau pernah patah tulang. Jika kamu termasuk ke dalam ciri-ciri di atas, maka kamu bisa melanjutkan ke tahap tes dan seleksi. Tes pertama adalah JLPT atau tes profisiensi Bahasa Jepang dan biasanya diikuti dengan tes keterampilan. Setelah lolos tahap tersebut, peserta akan melanjutkan pelatihan intensif selama 2 – 4 bulan tergantung jalur yang diikuti di Indonesia sebelum diberangkatkan ke Jepang. Pada masa ini calon Kenshusei juga akan di tes secara fisik, kesehatan dan kesamaptaan pengukuran keseimbangan antara tinggi dengan berat badan. Setelah lulus semua tes dan pelatihan, maka kamu resmi menjadi Kenshusei dan akan magang di Jepang paling lama selama 5 tahun. Jenis pekerjaan yang ditawarkan meliputi teknisi dan pekerja kasar di pabrik di berbagai sektor seperti tekstil, f&b, manufaktur, pertanian dan konstruksi. Biaya yang harus dikeluarkan Magang adalah cara kerja di Jepang lulusan SMA yang membutuhkan biaya untuk pelatihan dan pemberangkatan jika kamu menggunakan jalur swasta. Total biaya yang dibutuhkan bisa mencapai 35 – 50 juta rupiah dan belum termasuk biaya kursus Bahasa Jepang beserta tes JLPT sekitar 7 juta rupiah. Sedangkan untuk jalur negeri yang diselenggarakan pemerintah Kemenaker, biayanya jauh lebih rendah karena pemerintah akan membiayai pelatihan dan pemberangkatan untuk yang lolos seleksi. Hanya saja jalur ini punya kekurangan yaitu seleksinya sangat ketat dan tidak ada jaminan semua pendaftarnya akan diberangkatkan ke Jepang. Jika kamu tidak bisa membayar jalur swasta di muka, tidak perlu khawatir karena ada beberapa LPK yang menawarkan program penalangan dana untuk peminat magang ke Jepang. Cara kerja program ini yaitu LPK akan meminjamkan dana untuk pelatihan dan pemberangkatan yang nantinya akan diganti pemagang secara berangsur dengan sistem potong tunjangan kerja hingga lunas. Tokutei Ginou/Specified Skilled Worker SSW Cara kerja di Jepang lulusan SMA lainnya adalah dengan menjadi SSW, yaitu tenaga kerja dengan keterampilan khusus yang sangat dibutuhkan di Jepang. Program ini masih terbilang baru karena visanya baru diberlakukan pada tahun 2019 silam dan terbagi ke dalam 14 sektor pekerjaan. Berikut ini sektor yang dibuka untuk tenaga kerja Indonesia. Keperawatan Pengelolaan pembersihan gedung Industri komponen mesin dan peralatan Manufaktur mesin industri Industri kelistrikan, elektronik dan informasi Industri konstruksi Industri pembuatan kapal dan mesin kapal Perbaikan dan perawatan mobil Industri penerbangan Industri perhotelan Pertanian Perikanan dan budidaya perairan Produksi makanan dan minuman Industri layanan makanan Alasan mengapa lulusan SMA maupun SMK bisa melamar kerja lewat program ini adalah karena tidak adanya batasan latar belakang pendidikan untuk mengajukan pembuatan visa Tokutei Ginou. Melainkan pengurusan visa pekerja ini akan ditentukan dengan tes Bahasa Jepang dan tes keterampilan khusus yang berhubungan dengan sektor pekerjaan yang dipilih. Selain itu, pekerja juga harus mendapatkan kontrak kerja dari Accepted Organization AO di Jepang sebelumnya. Kontrak kerja ini bisa didapatkan dengan melamar secara mandiri ke perusahaan jepang atau mendaftar ke lembaga penyalur tenaga kerja untuk dicarikan lowongan yang sesuai. Kontrak kerja sangat dibutuhkan sebagai salah satu syarat untuk mengurus visa dan sertifikat kelayakan untuk tinggal di Jepang. Visa Tokutei Ginou berlaku selama 5 tahun yang artinya Specified Skilled Worker SSW dapat bekerja di Jepang maksimal selama 5 tahun dan harus kembali ke negara asalnya setelah masa visa berakhir. Akan tetapi ada pengecualian untuk visa Tokutei Ginou tipe 2 yang berlaku untuk sektor pekerjaan khusus yang masa tinggalnya bisa diperpanjang asalkan kontrak kerja masih berjalan. Tipe ini hanya berlaku untuk pekerjaan yang benar-benar membutuhkan pekerja yang mahir seperti industri perkapalan dan konstruksi. Untuk mendapatkan info lebih lengkap dari program ini, kamu bisa menelusurinya sendiri di situs Keuntungan lulusan teknisi magang di Jepang yang ingin lanjut menjadi SSW Bagaimana dengan Kenshusei yang ingin melanjutkan bekerja di Jepang lewat program Tokutei Ginou? Jawaban singkatnya adalah sangat bisa. Bahkan mereka akan mendapatkan kemudahan dalam membuat visa karena tidak perlu mengikuti tes Bahasa Jepang dan keterampilan khusus terlebih dahulu asal pengalaman kerjanya sejalan dengan sektor pekerjaan yang dipilih. Jika diperhatikan memang banyak pilihan pekerjaan untuk SSW yang satu rumpun dengan pekerjaan yang dilakukan teknisi magang seperti sektor industri konstruksi, pertanian dan perikanan. Sehingga strategi untuk memaksimalkan kesempatan bekerja di Jepang adalah dimulai dari magang dan dilanjutkan ke program Tokutei Ginou total 10 tahun bekerja di Jepang. Bekerja di Perusahaan Jepang di Indonesia Cara kerja di Jepang lulusan SMA terakhir adalah dengan bekerja di perusahaan jepang yang berdomisili di Indonesia. Cara ini memang cukup sulit dan prosesnya panjang untuk bisa sampai ke Jepang tapi masih memungkinkan. Mulailah dengan berusaha melamar ke banyak perusahaan milik Jepang dan jangan terlalu idealis dengan memilih-milih posisi yang harus sesuai dengan keinginan. Setelah mendapatkan posisi di perusahaan tersebut, bekerjalah segiat mungkin dan berusahalah untuk mendapatkan rekomendasi dari eksekutif-eksekutif di tempat kamu bekerja. Dengan prestasi yang kamu toreh di perusahaan tempat kamu bekerja, bisa saja kamu berpeluang untuk dimutasikan ke bagian perusahaan yang ada di Jepang dan menjadi bagian dari tim di sana. Kemungkinan ini bisa saja terjadi asal kamu terus berusaha dan menjalankan tugas sebaik mungkin. Karena sebenarnya keduanya harus dilakukan, apapun jalur yang kamu pilih agar bisa kerja di Jepang untuk lulusan SMA. While sumo is Japan's national sport, baseball is one of Japan's most popular Baseball in Japan is extremely competitive, passionately played, and commands a very loyal following. People show up in droves not only to support their favorite pro teams but also watch the intense, biannual national high school tournaments. While at first glance it may not seem so different from the American game, just like convenience stores and Christmas, it has definitely been Japanified. If you are in Japan during the baseball season—March to October—book a ticket, buy a scarf and have fun at the Japanese ballgame. Watching a baseball game in Japan is a fun experience NPB versus MLB—what are the differences? Nippon Professional Baseball Organization NPB is the Japanese equivalent of Major League Baseball, and it's the highest level of baseball in the country. Baseball in Japan is locally called Pro Yakyu, and it is similar to MLB but with some distinct differences. Some of these differences include the fact that games can end in a tie. There are two conferences, the Central League and the Pacific League, and both of them have their own league playoffs. The league champions then play each other in the annual Nippon Series. Catch a mid-summer All-Star game to see professional players in the NPB Loyalty and local pride mean that players aren't traded around nearly as much as in MLB, but there are no feelings of betrayal toward players who make it abroad. That local pride becomes national when Japanese players show the rest of the world the power of NPB. Legendary player Ichiro Suzuki, who holds a virtually unbeatable MLB record of 262 hits in one season, is still idolized despite not having played in Japan for nearly two decades. When Hideki Matsui signed to the Yankees in 2002, Tokyo sent him off with honor. And recent 2018 American League Rookie of the Year Shohei Ohtani is making joyful headlines in his home country. High school baseball is very popular in Japan National high school baseball at Koshien Arguably bigger than NPB is the summer National High School Baseball Championship and spring invitational tournament, both held annually at Hanshin Koshien Stadium in Hyogo Prefecture. In terms of public popularity, audience pull, and the possibility of players being drafted to a professional team, it's easy to draw parallels between Koshien and NCAA basketball. But Koshien participants are younger. Emotions run very high during the tournament as the country is glued to their TV screens. Victory opens doors to future careers in the NPB, with top players becoming overnight national sensations fought over by teams wanting to draft them. Spring and Summer Koshien are massive, passionate, tear-jerking and unlike any other baseball tournament in the world. If you are in the Kansai region during the tournament period, head to the stadium to enjoy a day of decent high school baseball and the passionate support by the teams' brightly dressed high school brass bands and cheerleaders. Be aware, however, that temperatures get very high in the summer, so prepare adequately for some searing heat. Also, tickets may be harder to come by during the weekends and as the tournament gets closer to its conclusion. Hanshin Koshien Stadium is the stage for the annual National High School Baseball Championship The interactive cheering squad The driving force of support comes from the oendan—or the teams' dedicated cheering squad of fans. Not to be confused with high-kicking, pom-pom waving cheerleaders, the oendan style of support is less about performance and more about mass audience participation. Often dressed in traditional festival garb emblazoned with respective team logos, the oendan pound taiko drums, blare out brassy melodies, wave flags and call out sophisticated but catchy cheers whose words change not only depending on which team they're facing but which player is currently at bat. Impressively, they never stop. Even if their team is losing badly, the oendan tirelessly supports their team to the bitter—sometimes inevitable—end. The passionate cheering of Japanese baseball fans adds to the experience It is easy for regular fans to jump on the oendan bandwagon. While they might not show such intense support, fans in other sections of the stadium cheer along faithfully, waving their team's chosen paraphernalia—from small plastic bats to colorful scarves to tiny umbrellas—and gleefully bellow out a signature song and dance every time their team scores a run. While there are intense rivalries between teams, the atmosphere is almost always convivial, and there is very rarely trouble between rival fans. But if you choose to sit in the home or away cheering sections, supporting and wearing opposing team apparel should be avoided. And if you don't know the cheers, don't stress noisemakers, rocket balloons and colorful flags are an easy way to join the fun. Enjoy cheering along with the crowd Getting to a game You can buy tickets to baseball games in a variety of ways. Some easy ways are to purchase online or at convenience stores. Alternatively, you can get them at the stadiums themselves or at discount ticket shops. To secure seats, it is best to buy in advance. Weekend games can sell out quickly, and it can be hard to get tickets when there is a particularly intense rivalry between two teams—the Tokyo Yomiuri Giants versus Kansai's Hanshin Tigers for example. However, teams normally play six games per week during the season, so try and fit in an evening or afternoon game into your schedule. Tickets to the spring and summer high school tournaments at Koshien can be reasonably cheap, but consider getting there early. The stadium fills up surprisingly quickly, even on weekdays when most people should be working. One ticket gives you access to all the games played on that day, which can be up to four during the earlier up on food and drink There is plenty of food and drink on offer at stadiums including some Japan-original creations that you are unlikely to find anywhere else. For drinks, you only need to raise your hand. A tribe of young staff with kegs of beer strapped to their back—among other soft drinks and snacks—stomp up and down the stadium steps serving ice-cold, sudsy beers. One useful thing to note is that you're welcome to bring your own food and drink. Bento boxes are a common sight at games that take place during meal times. Drinks are also allowed, as long as you pour cans out into provided plastic cups. Hit a few balls in Japan's batting cages Batting cages If you can't make it to a game but still want to experience some of the fun of Japanese baseball, consider heading to one of the batting cages. They are dotted all over Japan and are very user-friendly. You pay by the batch of balls—generally starting with 20—and there are bats, helmets and batting gloves available for public use. These batting centers range in quality from rough-and-ready to more high-tech, with some offering lifelike visuals of famous NPB pitchers hurling their best fastballs at you at speeds of up to 170 kph. Choose an appropriate speed and take a latest information may differ, so please check the official website * The information on this page may be subject to change due to COVID-19.