DariAve Maria Ke Jalan Lain Ke RomaLiteraturenBrill ArchivePassive and VoiceJohn Benjamins Publishing Indonesia, with its mix of ethnic cultures, cosmopolitan ethos, and strong national ideology, offers a useful lens for examining the intertwining of tradition and modernity in globalized Asia. BeliDari Ave Maria ke Jalan Lain Roma - Idrus di Dialogica Book. Promo khusus pengguna baru di aplikasi Tokopedia! Download Tokopedia App. Tentang Tokopedia Mitra Tokopedia Mulai Berjualan Promo Tokopedia Care. Kategori. Masuk Daftar. meja kayu tempered glass iphone 11 new era lem ErickRahman studies Tugas Bahasa Indonesia, Sinopsis novel Dari Aver Maria ke jalan lain ke roma karya idrus, and Sinopsis Novel Dari Ave Maria Ke Jalan Lain Ke Roma. BeliDARI AVE MARIA KE JALAN LAIN KE ROMA. Harga Murah di Lapak bougenville. Pengiriman cepat Pembayaran 100% aman. Beli DARI AVE MARIA KE JALAN LAIN KE ROMA. Harga Murah di Lapak bougenville. Pengiriman cepat Pembayaran 100% aman. Belanja Sekarang Juga Hanya di Bukalapak. Download app BukaBantuan. Kategori. Produk virtual. Daftar. SINOPSISDARI AVE MARIA KE JALAN LAIN KE ROMA Kisah seorang pengarang (angkatan muda) di zaman Jepang yang mengarang sebuah roman tetapi karangannya itu dikritik oleh seorang pengarang (angkatan lama) karena roman itu dinilai tidak bermanfaat bagi rakyat/ tidak sesuai dengan perkembangan zaman. DariAve Maria Ke Jalan Lain Ke Roma, Idrus rumah kerabat Buku Novel Sastra Tuesday, March 17, 2015. Judul cerita pertama adalah 'Ave Maria' dan judul cerita terakhir adalah 'Jalan Lain ke Roma' (which explained the title of this book) Cerita-cerita yang ada kebanyakan mengandung unsur ironi yang cukup kuat. Memuatkisah-kisah zaman Revolusi, Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma dibagi menjadi tiga bagian: Zaman Jepang, Corat-Coret dibawah Tanah, dan Sesudah 17 Agustus 1945. Judul Ave Maria dianggap kebarat-baratan, bahkan dikatakan mengandung anasir propoganda untuk melawan Jepang. Kendati demikian, Idrus dengan sembunyi-sembunyi tetap menulis JudulBuku: Dari Ave Maria Ke Jalan Lain Ke Roma No. ISBN: 9794072184 Penulis: Idrus Penerbit: Balai Pustaka Tahun Terbit: 1990 Jumlah Halaman: 172 Halaman Tebal Buku: 21 cm Kategori: Jurnal Sastra Bahasa: Indonesia PENGENALAN Abdullah Idrus (lahir di Padang, Sumatera Barat, 21 September 1921 - meninggal di Padang, Sumatera Barat, 18 Mei 1979 pada umur 57 tahun) adalah seorang sastrawan 1QucYb. Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma merupakan sebuah buku kumpulan cerpen karya Idrus yang terbit pada sekitar tahun 1948. Sekilas bila kita membaca judul buku tersebut, mungkin kita akan mengira kalau judul buku tersebut merupakan satu kesatuan yang padu. Akan tetapi, buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma merupakan sebuah buku yang memuat kumpulan lima belas cerpen dan satu drama sandiwara, yang diawali dari cerpen berjudul Ave Maria dan diakhiri dengan cerpen yang berjudul Jalan Lain ke Roma. Hampir keseluruhan latar tempat dan suasana pada berbagai cerpen di dalam buku ini menggambarkan situasi dan kondisi pada zaman Jepang, dan hanya satu cerpen yang menggambarkan suasana pada masa revolusi kemerdekaan Indonesia, ketika perang pecah antara Sekutu dengan rakyat Indonesia di Surabaya, yang mana termuat dalam cerpen yang berjudul Surabaya. Pada awal pembuka buku ini, kita disuguhkan dengan cerpen Ave Maria. Cerpen Ave Maria mengisahkan cinta segitiga antara Zulbahri, Wartini, dan Syamsu. Zulbahri dan Wartini merupakan sepasang suami-istri yang hidup pada zaman Jepang dan belum memiliki keturunan. Sedangkan Syamsu merupakan adik kandung dari Zulbahri, yang mana dulunya merupakan kekasih Wartini. Pada suatu ketika, Syamsu yang ingin mencari kerja di Jakarta berkata kepada kakaknya, Zulbahri, bahwa ia akan tinggal di rumahnya. Zulbahri sebenarnya keberatan, apalagi ia tahu bahwa adanya hubungan antara Syamsu dengan Wartini. Akan tetapi, karena Syamsu berkata kepada Zulbahri bahwa ia tidak memiliki hubungan lagi dengan Wartini, akhirnya ia diizinkan oleh Zulbahri untuk tinggal bersama mereka berdua. Sedangkan di akhir buku ini, kita disajikan sebuah cerpen yang amat realistis mengenai kehidupan seorang pemuda yang amat jujur dan amat menderita. Pemuda tersebut bernama Open dalam sebuah cerpen yang berjudul Jalan Lain ke Roma. Cerpen ini menceritakan tentang Open yang pada awalnya berprofesi sebagai guru Sekolah Rakyat, kemudian mualim, lalu pengarang. Adapun alasan Open selalu berganti-ganti profesi ialah karena suka berterus terang. Pada saat menjadi guru di Sekolah Rakyat, Open yang dinasehati oleh ibunya harus selalu berterus terang, bercerita kepada para muridnya bahwa ia habis bertengkar dengan istrinya, yang mana istrinya tersebut membawa-bawa golok. Akibatnya, Open dijuluki guru golok oleh para muridnya. Dan seiring berjalannya waktu, kata 'golok' pun berubah pengucapannya menjadi 'goblok', dan Open akhirnya dijuluki guru goblok. Karena tak tahan diejek oleh para muridnya, Open akhirnya memukul salah seorang muridnya hingga telinganya keluar darah, dan mengakibatkannya dipecat dari pada mulanya kehidupan Open amatlah sengsara, tapi akhirnya ia sadar betul akan perkataan ibunya yang selalu menasehatinya agar selalu berterus terang, hingga pada akhirnya ia dapat menyimpulkan apa yang dimaksudkan oleh ibunya. Buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma amat cocok bagi kalian yang senang membaca sejarah bangsa Indonesia. Karena di dalam buku ini penggambaran ceritanya amatlah realis dan menggunakan bahasa Indonesia lama Melayu-Indonesia. Buku ini juga terbilang langka, karena jarang sekali yang menggemari karya sastra lama. Itu tadi merupakan ulasan mengenai sebuah buku kumpulan cerpen karya Idrus yang berjudul Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma. Adapun ulasan saya buat ini bersifat pribadi. Di akhir kata saya ucapkan semoga apa yang saya ulas ini dapat bermanfaat, dan kurang serta lebihnya saya ucapkan terima kasih. Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma Pengarang Idrus Penerbit Balai Pustaka Tahun 2010 Sebuah keluarga sedang bercengkrama di beranda rumah, mengenangkan kejadian mereka berpisah dengan Zulbahri, seorang laki-laki yang cukup aneh. Saat pertama bertemu, keluarga tersebut sedang duduk-duduk bersama, ketika datanglah seorang lelaki, yang tahu-tahu memberi hormat lalu masuk dan mengambil majalah tua, dan mmeninggalkan sebuah buku filsafat. Zulbahri datang setiap hari,dan setiap ia datang keadaannya selalu lebih baik dari yang kemarin-kemarin. Ia ternyata seorang pengarang, dan bukunya cukup banyak juga yang diterbitkan. Telah lama Zulbahri tidak datang, kurang lebih seminggu lamanya. Saat Ibu bertanya mengapa Zulbahri telah lama tidak berkunjung. Tanpa diduga, Zulbahri menuturkan kisah yang kisahnya. Zulbahri telah menikah dengan Wartini selama delappan bulan, meskipun belum ada tanda-tanda akan segera mempunyai anak, namun mereka tetap saling mencintai. Karangan Zulbahri juga mulai diperhatikan. Namun entah kenapa, dalam hati Zulbahri terbersit pikiran bahwa tak lama lagi kebahagiaan ditukar dengan kesengsaraan. Kesengsaraan mulai muncul saat Zulbahri mendapat surat dari adiknya, Syamsu. Zulbahri pun membicarakan kecemasannya dengan Wartini, namun Wartini meyakinkannya bahwa Wartini akan tetap mencintai Zulbahri. Syamsu pun datang. Meskipun perkataan dan perilaku Syamsu tetap sopan, entah kenapa Zulbahri cemas. Suatu malam, saat ia pura-pura tidur, terdengar suara alunan dan biola, memperdengarkan lagu Ave Maria. Zulbahri mendengar hal ini, ia juga mendengar semua perasaan Wartini. Akhirnya Zulbahri pun rela meninggalkan Wartini dengan Syamsu, agar mereka dapat berbahagia. Zulbahri kemudian masuk rumah sakit selama tiga bulan. Ia kemudian kembali ke rumahnya untuk menengok sebentar, dan kedua sejoli itu tampak bahagia, ditambah Wartini sedang hamil. Dari situlah Zulbahri bertemu keluarga tersebut, di mana ia meminjam majalah, yang menyadarkannya tentang keadaan tanah air yang sebelumnya ia biarkan. Selesai bercerita, Zulbahri memberikan kertas yang berisi bahwa ia masuk ke barisan jibaku. Semua ini dilakukannya sebagai penebusan atas keegoisannya selama ini. 2. Kejahatan Membalas Dendam drama empat babak Di sebuah jalan di Jakarta, tampak dua sejoli sedang bertemu. Mereka adalah Ishak, seorang pengarang, dan Satilawati, seorang juru rawat. Ishak bertemu dengan Satilawati karena ia hendak pamit. Karangannya yang berupa roman dikritik Pak Orok, hal ini menyebabkannya tidak tahan lagi. Meskipun telah ditahan-tahan oleh Satilawati, bahkan kedua teman Ishak, Asmadiputera dan Kartili, Ishak tetap pergi. Dari Kartili, Satilawati diberitahu bahwa keluarga Ishak mempunyai penyakit kejiwaan, dan kemungkinan Ishak juga. Namun Satilawati tetap yakin bahwa Ishak akan kembali normal. *** Sementara itu, Pak Orok, ayah Satilawati berjumpa dengan bibinya, yang merupakan seorang dukun. Pak Orok hendak meminta bibinya untuk mengandaskan’ cinta anaknya kepada Ishak. Namun bibinya hanya berkata hendak memikirkannya dahulu. 2 Babak kedua Satilawati kemudian bercakap-cakap dengan bibi ayahnya, yang dipanggilnya nenek. Ia meminta tolong neneknya untuk mengembalikan Ishak, karena neneknya seorang dukun yang masyhur. Setelah itu, ia masuk ke rumah. Tak lama kemudian Kartili pun datang. Kartili dan Satilawati kemudian bercakap-cakap. Kartili mengatakan bahwa ia dan Asmadiputera telah setuju untuk menemui Pak Orok. Setelah itu Asmadiputera datang. Karena harus bekerja kembali, Satilawati kemudian meninggalkan mereka dengan ayahnya. Asmadiputera terlibat dengan perdebatan yang cukup sengit. Asmadiputera membela roman yang dikarang oleh Ishak sebagai bentuk kesusastraan Indonesia baru. Setelah itu, Asmadiputera dan Kartili pamit pergi. Perdebatan yang baru saja terjadi membuat Pak Orok termenung. Bibinya kemudian masuk. Pak Orok menagih janji bibinya untuk memisahkan Ishak dengan Satilawati. Namun bibinya menolak. Dan bibinya pun memilih kembali ke desa. Ishak ternyata menumpang di rumah neneknya Satilawati. Di sana, ia mencoba memberi semangat kepada petani yang harus menyerahkan hasil panennya ke pemerintah. Meskipun gagal karena orang desa itu tidak bisa berbahasa Indonesia. Rumah nenek kembali dikunjungi orang. Kali ini Kartili. Ia mencoba meminta tolong nenek, meskipun ternyata terungkap bahwa Kartili ternyata berbohong. Ia bahkan berusaha meracuni nenek! Beruntung Satilawati dapat menggagalkan rencana tersebut. Hal berikutnya terungkap kalau ternyata Kartili yang telah membuat Ishak sakit. Karena kejahatannya telah terungkap, Kartili kemudian melarikan diri. Sementara nenek berusaha membujuk Satilawati untuk kembali ke rumah ayahnya. Akhirnya, para petani desa kembali semangat bekerja berkat pidato Ishak. Ishak sendiri juga akhirnya menyadari bahwaa semua hal yang terjadinya pada dirinya disebabkan karena Kartili mencintai Satilawati. Ayah Satilawati kini memperbolehkan anaknya mencintai Ishak. Asmadiputera kembali berteman dengan Ishak. Sementara Kartili? Kini ia sendiri yang gila. Setiap malam tidur di beranda rumah nenek, kemudian pergi begitu saja. Nenek sendiri membakar azimatnya, untuk menghilangkan ilmu dukunnya. Corat-Coret di Bawah Tanah Di dalam sebuah trem bercampurlah orang dari berbagai bangsa, mulai dari Indonesia, Tionghoa, Belanda-Indo, hingga Jepang kala itu disebut Nippon . Banyak orang yang mengeluh mengenai susahnya hidup di zaman sekarang, bila dibandingkan tahun 20-an. Orang-orang Nippon tak punya sopan santun, seperti seorang yang langsung melompat naik dari jendela. Orang Indonesia memarahinya, dan mereka bertengkar dengan sengit, sampai seorang Kenpetai turun tangan dan memarahi orang Nippon itu. Orang Indonesia itu bahagia bukan main. Di mana-mana,orang mengeluh akan sulitnya hidup dan mahalnya harga barang. Orang Nippon sama dengan Belanda, bedanya, orang Nippon menggunakan banyak kata-kata manis. Semua orang akhirnya mati, mulai dari anak yang telanjang, para perempuan jalang Belanda-Indo hingga anak berbaju, semuanya mati. Semua orang bertanya kepada Tuhan, apakah Ia lupa memberi rejeki? 3. Pasar Malam Zaman Jepang Pasar malam selalu ramai, khususnya di tempat penjualan karcis. Banyak orang berdesak-desakan. Seorang anak, Amin namanya, mengejek kerumunan orang-orang itu. Di ruang rolet, mata mereka terpaku pada orang Indonesia yang kurus kering. Saat kalah, namun tak ada uang lagi di kantungnya, ia menjual satu per satu yang melekat pada dirinya. Ia pun akhirnya melarikan diri. Beberapa hari kemudian, terdengar kabar orang bunuh diri karena kalah rolet. Kadir duduk di bawah radio umum sambil berjualan kacang. Berulang kali ia mendengar kata itu. Sanyo. Saat tukang es lilin datang, ia bertanya namun tukang itu juga tidak tahu. Lalu ketika ada seorang tuan membeli kacangnya, Kadir bertanya apakah seorang sanyo itu tukang catut. Kadir kemudian justru disuruh menghadap ke polisi. Nyonya Sastra menjadi tuan rumah dalam pertemuan Fujinkai di kampung A. Ia membuka rapat dengan banyak kata-kata, sehingga karena tak tahan akhirnya Nyonya Waluyo dan Nyonya Salim pamit pulang. Saat anggota lainnya pamit hendak pulang, akhirnya Nyonya Sastra memberikan intinya. Iapun akhirnya menjelaskan bahwa semua yang dikatakannya merupakan titipan dari atas. Banyak kelakuan ketidakadilan yang terjadi di stasiun Indonesia yang telah antri lebih lama dilayani setelah orang yang baru saja antri. Seorang Tionghoa, yang hanya karena mendapat kartu pas dari sikuco, diperbolehkan menerobos antrian. Saat di kereta, Kondektur menerima uang suap, perampasan beras seorang wanita, dan kematian seorang anak. Orang Arab yang melihat ini hanya bisa berkata ,”Astagfirullah.” Kartono sangat gembira mengetahui dirinya mendapat surat agar ia melapor ke asrama Heiho. Ia bahkan diberi surat penghargaan oleh atasannya. Namun saat ia memberitahu Miarti, istrinya, istrinya tidak senang. Akhirnya Kartono pun pergi meninggalkan Miarti, mengetahui Miarti tidak cinta lagi kepadanya. Telah 8 bulan ia meninggal di Birma. Sementara Miarti hamil empat bulan, anak dari suaminya yang kedua. Sesudah 17 Agustus 1945 1. Kisah Sebuah Celana Pendek Kusno dibelikan ayahnya celana kepar 1001. Namun, kemalangan tetap saja menimpanya. Ia punya pekerjaan, namun hanya sebagai opas. Perang juga terus berlangsung. Kusno pun terus bertanya. Mengapa selalu ada peperangan. Orang-orang mabuk kemenangan. Banyak bandit kini berkeliaran di kota, membawa revolver. Tanpa diduga sekutu mendarat kembali ! Tank-tank raksasa berkeliaran. Perang terjadi lagi. Api menjilat gedung-gedung dan jiwa bangsa Indonesia. Jalan-jalan di luar kota penuh dengan pelarian, seorang perempuan tua menjadi gila, ia menanggalkan semua pakaiannya dan berlari kembali ke kota. Seorang pemuda yang menyamar menjadi laki-laki tua mati dibunuh. Saat di Krian, mereka semua menginap semalam. Seorang perempuan gila karena anaknya, dan pergi meninggalkan penginapan itu. Seorang wanita bernama Tuminah mendapat kamar berupa kandang anjing di rumah familinya. Sementara di kota, didirikan dua bedeng. Satu untuk laki-laki dan satu untuk perempuan. Lama kelamaan, bedeng perempuan kelebihan makanan dan cinta pengawal. Banyak laki-laki yang meratap karena hal ini. Di stasiun-stasiun, diadakan pemeriksaan. Saat tertangkap seorang mata-mata, ia segera dibunuh beramai-ramai Seorang gadis yang dikira mata-mata, dipukuli dengan hebatnya. Beruntung para polisi segera menghentikan hal tersebut, dan menghukum yang bersalah. 5 Orang-orang masih terus berperang. Dalam hati mereka terbersit pikiran bahwa mereka harus membunuh dan mengusir musuh yang telah menginjak-injak tanah air mereka. Saat puncak perjuangan, para pemimpin tentara berkumpul untuk memikirkan strategi yang akan digunakan. Hasil rapat adalah menggenangi Surabaya dengan air, dan semua opsir bersumpah untuk mati di medan pertempuran. Semua pelarian telah mendapat tempat masing-masing. Meskipun begitu, karena uang, banyak perempuan rela menjadi perempuan jahat. Meskipun begitu, ada juga orang yang masih menolong perempuan beragama. Mereka juga menawarkan rumah, tempat orang yang rela berkorban hanya dengan biaya unutk membantu memindahkan barang saja. “Dalam zaman revolusi ini, kita harus bersatu dan gotong royong!” Detik-detik penghabisan, orang-orang kembali teringat Tuhan. Pertempuran kali ini bandit yang menang. Pemuda-pemuda kini menjadi tawanan perang sekutu. Mereka diangkut dengan truk sekutu, dengan memancarkan baja kemerdekaan pada hati mereka. Enam bulan sudah, sejak pertempuran Surabaya dimulai. Semua harga naik. Hingga pembuatan lemper pun tidak bisa dilaksanakan. Bung Tomo, Kepala Pemberontak pun berpidato. Surabaya dikuasai oleh sekutu. Sekali-sekali terdengar suara meriam. Dalam suatu kesempatan, seoraang wakil tentara berbohong bahwa 95 % tentara menderita penyakit raja singa. Namun, setelah diselidiki, ternyata hal itu hanyalah bohong belaka. Open pada mulanya adalah seorang guru sekolah rakyat. Namun ia berhenti karena dikata goblok’ oleh murid-muridnya. Karena hal inilah pula, ia bercerai dengan istrinya. Open kemudian menjadi seorang mualim. Ia mengajar agama di desanya. Di sana, ibunya menikahkannya dengan seorang gadis bernama Surtiah. Ia pun kemudian kembali ke kota dan menjadi pengarang di sana. Surtiah akhirnya kembali ke karya Open yang menyinggung pemerintahan, Open ditangkap dan dipenjarakan. Setelah keluar dari penjara, ia sadar bahwa ia dulu egois. Ia kemudian menulis surat pada orang tuanya dan Surtiah. Mereka kemudian datang. Surtiah gembira melihat perubahan pada suaminya. SINOPSISAve Maria Sebuah keluarga duduk didepan teras rumah, mereka menanti-nanti kedatangan seorang pemuda, tiba-tiba adik Usup tertawa tergelak sambil menjulurkan tangan ke arah jalan, ternyata seseorang dengan baju jas yang robek-robek dibagian belakang tinggal hanya benang-benang saja, lagi terkulai lemas seperti ekor kuda. Sambil tertawa dia memberi hormat dialah Zulbahri yang dinanti-nanti akhirnya datang. Zulbahri menceritakan kisah romannya ketika menikah dengan Wartini, dia sudah 8 bulan menikah namun belum juga mendapatkan anak. ternyata ada pria lain yang dicintai oleh Wartini yaitu Syamsu, adik Zulbahri, Zulbahri mengetahui bahwa Wartini dan Syamsu begitu saling mencintai. Zulbahri menceraikan Wartini dan menjodohkan Wartini dengan Syamsu. Dan Zulbahri pergi ke medan perang untuk membela nusa dan Membalas Dendam Seorang pemuda bernama Ishak, dia seorang pengarang dan penerbit buku, dia pengarang dengan gaya roman, dan perempuan bernama Satilawati, dia adalah tunangan Ishak, Satilawati mempunyai watak yang keras kepala, hubungannya dengan Ishak tidak disetujui Suksoro, ayah Satilawati, Suksoro adalah pengarang kolot pada era zaman Belanda dan kritikus terkenal yang tajam, dia begitu ingin memisahkan hubungan Ishak dan Satilawati. Suksoro memanggil seorang perempuan tua yang sangat sakti dalam hal memisahkan suatu hubungan seseorang, dia adalah nenek Satilawati, namun Nenek Satilawati tidak menyetujui permintaan Suksoro, karena Satilawati begitu mencintai Ishak. ternyata dibalik kepergian Ishak, karena temannya sendiri yang mencelakainya, Kartili memberi obat gila kepada Ishak, agar Ishak meninggalkan Satilawati, dia adalah seorang dokter. Asmadiputera adalah teman Ishak dia adalah Master in de rechten, dia berusaha meyakinkan karangan roman Ishak adalah karangan pada era baru saat ini. Akhirnya Ishak yang sempat gila berhasil disembuhkan oleh perempuan tua, dan hubungan mereka disetujui oleh Suksoro, Kartili yang sempat membuat Ishak gila, akhirnya menjadi Harmoni Trem penuh sesak dengan orang-orang dan bau keringat ditambah bau terasi yang sangat tidak mengenakkan, datang seorang nona Indo-Belanda yang mengeluh dengan bau terasi dari seorang wanita Tionghoa. Wanita Tionghoa tersebut merasa tersinggung dan marah-marah kepada wanita Indo-Belanda. Didalam Trem penuh sesak orang-orang berdesakan dan hampir sulit menghirup udara segar, orang-orang berasa lega saat orang-orang turun, tetapi kembali berdesakan saat orang-orang naik lagi, ditambah seorang Nippon yang datang dengan gaya sok kuasa memerintah untuk memberi jalan, seorang anak muda merasa jengkel terhadap orang nippon tersebut, namun ketika didekati anak muda tersebut hanya diam. Konduktor meminta karcis saat tiba di Kota Harmoni, orang-orang banyak yang sudah turun, di Trem sudah banyak orang yang mendapat tempat duduk. Beberapa orang naik lewat jendela, orang-orang nippon ikut pula lewat jendela, orang Indonesia menegur orang Nippon yang lewat jendela, mereka adu mulut hingga akhirnya ada seorang Kenpetai yang memarahi Nippon tersebut, orang Indonesia tersebut merasa senang akan Baru Semua bahan-bahan pokok sangat mahal, orang-orang Indonesia hanya mendapat seperlima liter beras sehari, namun orang-orang Nippon mendapat jatah lebih banyak lima liter sehari, dijalanan orang-orang banyak yang kelaparan lalu mati, namun pemerintah tetap bungkam, media massa hanya memberitakan tentang perang dan perang, padahal mereka tahu dijalanan rakyat Indonesia sedang kelaparan, di Jawa orang-orang sengsara, mereka kelaparan lalu mati. Jawa Hokaido mengadakan rapat tentang penambahan pasokan beras tanpa melihat keadaan rakyat Indonesia. Orang-orang Jawa hanya sabar menerima dengan lapang Malam Zaman Jepang Orang-orang berbondong-bondong ke pasar raya jika bantuan Sendenbu, karena apapun yang bantuan Sendenbu selalu menarik, mereka berdesakan membeli karcis. Pasar malam ada tempat gelap yang sepertinya disiapkan untuk para pengunjung, dan ada tempat terang, di rumah makan terdengar bunyi musik, di ruangan barisan propoganda diperlihatkan ban kapal tempur, dan baju bagor, diruang main rolet orang-orang berjam-jam duduk, tak ada yang ribut, seperti Ghandi, ia main rolet hingga menjual semua pakainnya hingga ia setengah telanjang, namun pada akhirnya ia kalah. Beberapa hari kemudian ia gantung Duduk seorang tukang kacang goreng, Kadir namanya, ia sudah berjam-jam jualan namun keranjangnya masih penuh, ia hanya mendengar Radio umum, tentang pecah sebagai ratna, Pengangkatan Sanyo, ia memaki-maki Sanyo tanpa tahu arti kata Sanyo. Datang seorang tukang es lilin dan yang ingin membeli kacang, Kadir disangka Kumico oleh tukang es lilin tersebut, ia pun merasa sombong, Kadir masih memikirkan arti kata Sanyo. Datang seorang laki-laki yang akan membeli kacang dengan harga 3 sen, Kadir bertanya tentang arti Sanyo, laki-laki itu melempar kacang kepada Kadir dan pergi. Kadir masih memikirkan tentang Sanyo, lalu ia merasa Sanyo itu adalah tukang catut. Datang seorang laki-laki yang hendak membeli kacang, Kadir bertanya kepada laki-laki tersebut. "apakah Sanyo itu tukang catut?". Mendengar itu laki-laki itu marah dan membawa Kadir ke kantor Nyonya Sastra akan mengadakan rapat dikampung A, ia terlihat sok sibuk. Nyonya Sastra membuka rapat, ia berbicara sangat lama, membuat anggota yang datang merasa bosan, diantara para anggota ada yang pulang karena kesal dengan pembicaraan Nyonya Sastra. Namun pada akhirnya para anggota diminta uang seringgit untuk membuat kuwe-kuwe untuk perajurit Nippon, para anggota merasa marah karena mengapa Nyonya Sastra bicara panjang lebar namun pada akhirnya para anggota diminta Sukabumi terkenal dengan hawa dinginnya, namun orang-orang mengantre beli karcis setengah mati kepanasan. Kereta api berangkat dari Sukabumi menuju Jakarta, orang-orang di kelas dua dapat duduk dengan tenang, namun orang-orang di kelas tiga dan empat berdesak-desakan, kereta berhenti di sebuah stasiun kecil. Beberapa anak muda tak berpakaian masuk kereta, mereka Keibodan yang memeriksa orang-orang yang membawa beras. Orang-orang yang membawa beras dipukuli dan diambil berasnya, sebungkus beras tidak jadi diambil karena milik Agen Polisi, anak-anak muda tersebut pergi. Agen Polisi tersebut meminta beras kepada perempuan muda yang diselamatkan tadi agar berasnya aman hingga di Jakarta, namun sesampai di Jakarta beras tersebut dibawa lari oleh Agen Polisi, perempuan muda tersebut menangis hingga air matanya Kartono orang yang rajin bekerja dikantornya, ia tetap semangat meski gajinya kecil, belum sekali pun ia mangkir kerja namun penghargaan belum juga ia dapatkan. Ia pun mencalonkan diri menjadi Heiho. Opas pos memberinya sehelai surat bahwa ia lulus menjadi seorang Heiho. Teman-temannya memberinya selamat. Di asrama Heiho Kartono diberi pakaian Heiho, ia pulang dengan wajah gembira, Kartono menyampaikan bahwa ia menjadi Heiho kepada istrinya, dengan berat hati Miarti melepas Kartono untuk menjadi Sebuah Celana Pendek Pada saat hari Pearl Harbour diserang Jepang, Kusno merasa senang karena mendapat celana kepar 1001 dari sang ayah. Kusno buta akan politik, yang ia tahu hanya, setelah mendapat celana baru pekerjaan terbuka baginya, Kusno melamar pekerjaan dimana-mana, namun pada akhirnya ia menjadi seorang Opas pos yang hanya digaji 10 sen perbulan. Lama kelamaan celananya mulai rusak, dan ia berhenti bekerja karena gajinya terlalu kecil. Kusno hidup dalam kelaparan, ia berpikir mengapa selalu ada Orang-orang mabuk akan kemenangan, namun orang-orang Indo-Belanda berani memasang bendera merah putih biru di hotel Yamato. Orang-orang Indonesia tercengang, tiba-tiba seorang pemuda naik ke atastiang bendera dan dirobeknya kain biru, orang-orang bertepuk tangan , namun orang-orang Indo-Belanda marah dan menembaki orang-orang bak cowboy yang memegang belati. Di Jakarta teriakan-teriakan membelah dua jantung rakyat, mereka menganggap sekutu datang hanya untuk menganmbil tawanan-tawanan, sebelah lagi masih mencurigai di Jakarta membara, orang-orang harus menyerahkan senjatanya kepada sekutu, namun mereka tidak mau menyerahkan senjatanya kepada sekutu, akhirnya api kebakaran menjilat gedung-gedung dan jiwa bangsa Indonesia. Jalan-jalan di luar kota penuh dengan manusia, keanyakan perempuan, mereka beralan sempoyongan