Ada 2 cara penyusunan pegas, yaitu secara seri dan paralel. Gambar a. Konstanta pegas total pada gambar ini yaitu: Gambar b. Konstanta pegas total pada gambar ini yaitu: Perbandingan konstanta pegas antara kedua gambar di atas menjadi . Sehingga perbandingan konstanta pegas penganti antara susunan (a) dan (b) adalah 3 : 5. Konstanta pegas k 3 = 200 N/m. Beban F = 800 N. Ditanya: Pertambahan panjang pegas 1, pegas 2 dan pegas 3? Pembahasan: Mencari konstanta pegas pengganti: Susunan paralel: Pertambahan panjang pegas 1 dan 2 : Pertambahan panjang pegas 3 : Jadi, pertambahan panjang pegas 1 dan 2 sebesar 1 m, sedangkan pertambahan panjang pegas 3 sebesar 4 m. Contoh Soal Elastisitas dan Hukum Hooke. Sebuah potongan memiliki konstanta pegas sebesar 200 N/m dan panjang pegasnya 50 cm, dipotong menjadi 2 bagian yang sama. Jika potongan pegas tersebut ditarik dengan gaya 40 N, maka Perubahan panjang pegas yang terjadi jika disusun secara paralel adalah …. Dengan menggunakan hukum Hooke dan kedua prinsip susunan paralel, kita dapat menentukan hubungan antara tetapan pegas pengganti paralel k p, dengan tetapan tiap-tiap pegas (k 1 dan k 2). Contoh Soal Dua buah pegas memiliki konstanta pegas 200 N/m dan 600 N/m dan ujungnya diberi beban 2 kg. 5. Mainan Anak-Anak. Gaya pegas juga sangat berguna untuk membuat mainan anak-anak sebelum penemuan video game. Contohnya jack-in-box dengan pegas yang didorong ke dalamnya. Pegas itu melekat pada gesper yang menempel pada tutupnya. Ketika tangkapan dilepaskan, penutup akan terbuka dengan kekuatan pegas. Contoh Soal Elastisitas dan Hukum Hooke. (1). Sebuah kawat baja sepanjang 1,6 m memiliki diameter 0,2 cm. Jika kawat tersebut meregang 0,25 cm ketika ditarik suatu gaya, maka besar gaya tegangan pada kawat tersebut adalah (modulus Young kawat baja adalah 2 ×1011N/m2) Jawab: E = F ⋅lo A ⋅ Δl F = Δl lo ⋅ E ⋅ A. Berarti kalau kita mau supaya pertambahan panjangnya ga besar, kita harus tingkatkan kekakuan pegasnya, yaitu dengan cara membuat susunan pegas paralel. Sesuai dengan penjelasan tadi, berlaku persamaan matematis berikut. k p = k 1 + k 2 + ⋯ + k n k_p=k_1+k_2+\\cdots +k_n k p = k 1 + k 2 + ⋯ + k n Keterangan: k p k_p k p = tetapan pegas Maka gambar susunan awal pegas sesuai data masukan tersebut ditunjukkan pada Gambar 2. Gambar 2. Contoh susunan awal pegas Untuk mendapatkan susunan yang optimal, dapat dilakukan dengan menyusun ulang pegas. Namun akan banyak kemungkinan susunan ulang yang harus dicoba. Untuk mendapatkan susunan pegas secara 2GhT.